172 Ribu Pemilih Milenial Jadi Rebutan


MALANG – Pemilih milenia pada Pemilu 17 April mendatang, menjadi pemilih potensial bagi partai politik. Di Kota Malang, jumlah pemilih milenia mencapai 172.035 pemilih. Data itu didasarkan pada data hasil pemutakhiran kedua pada Desember lalu, yang ditetapkan KPU Kota Malang. Total jumlah pemilih Kota Malang mencapai 623.185 pemilih.
Berdasarkan data DPT Pemilu 2019 dari klasifikasi, usia kurang dari 20 tahun sejumlah 49.513 jiwa. Kemudian pemilih di rentang usia 21 tahun sampai 30 tahun tercatat sebanyak 122.522  jiwa yang tersebar di seluruh Kecamatan Kota Malang. Jika ditotal, pemilih di rentang usia kurang dari 20 tahun sampai 30 tahun sebanyak 172.035 pemilih. Mereka semua kalangan milenial. Sementara itu klasifikasi usia lain ada di rentang usia antara 31 tahun sampai 40 tahun yakni berjumlah 139.167 jiwa.
“Sudah tidak zaman lagi anak muda Golput atau tidak memilih. Anak muda punya peran disini untuk memilih pemimpin lima tahun tahun mendatang, mulai dari tingkat daerah sampai tingkat pusat,” kata Komisioner KPU Kota Malang Bidang Perencanaan dan Data Deny R Bachtiar kepada Malang Post, kemarin.
Lalu di rentang usia 41 sampai 50 tahun tercatat 123.274 jiwa pemilih. Di rentang usia 51 tahun sampai 60 tahun berjumlah 98.524 pemilih. Dan usia lebih dari 60 tahun berjumlah 90.185 jiwa pemilih.
Menrutnya, pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat, termasuk generasi milenial didalamnya.  Karena itu, dia mengajak peserta untuk datang ke TPS pada 17 April 2019 mendatang.
Sebelumnya, Plt Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang Supriyadi mengatakan pendidikan politik kepada generasi milenial semestinya tak hanya dilakukan saat mendekati pemilu saja.  Namun harus dilakukan secara berkelanjutan agar kaum muda memiliki kesadaran politik yang cukup.
“Kami terus berupaya agar generasi muda tidak golput. Ini jalan untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” tegasnya. (ica/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :