2000 Orang Urus Pidah Pilih Tahap 1


MALANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menutup tahap satu pendaftaran pindah pilih yang menggunakan formulir A5. Pendaftaran ditutup resmi pada 17 Februari kemarin. setidaknya ada 2000 orang yang mengurus pindah pilih di Kota Malang.
Hal ini ditegaskan Komisioner KPU Kota Malang, Deny Bachtiar saat dikonfirmasi Malang Post, Minggu (17/02).
“Masyarakat dengan alamat asal luar Kota Malang, bisa menggunakan hak pilihnya dengan mekanisme pindah pilih. KPU belum memiliki data dari kelurahan terkait warga yang mengurus proses pindah pilih,” kata Deny Bachtiar kepada Malang Post.
Dia menghitung, setidaknya lebih dari 90 persen warga yang mengurus pindah pilih sampai batas akhir tahap 1, adalah kalangan mahasiswa.
“Data itu belum dikombinasi dengan pindah pilih di kelurahan. Sepertinya akan semakin bertambah,” ujar Deny.
Menurutnya, antusiasme para pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya, adalah tanda bahwa sosialisasi KPU ke kalangan milenial menunjukkan grafik kenaikan positif.
Meski demikian, anak-anak muda yang belum mengurus pindah pilih diminta tidak khawatir. Deny menyebut bahwa tahapan kedua masih berlaku mulai Senin hari ini. Rencananya, mulai 18 Februari sampai 17 Maret, masyarakat dari luar kota yang saat ini berdomisili di Kota Malang bisa mengurus pindah pilih di KPU.
Dari data DPT yang ada, setidaknya ada 300 ribu warga luar kota yang sedang berdomisili di Kota Malang. Dia mengimbau, masyarakat dari luar kota untuk segera mendatangi KPU dan mengurus pindah pilih. Kekuatan untuk menentukan arah bangsa, ikut ditentukan oleh penggunaan hak pilih semua warga negara Indonesia.
“Bagi pemilih yang pakai pindah pilih di Malang Kota, tapi berasal dari provinsi Jatim dan di luar Malang Raya, akan mendapatkan hak pilih untuk dua surat suara, yaitu Capres dan DPD. Sedangkan, dari luar pulau, atau luar provinsi, hanya akan dapat surat suara Capres,” tutup Deny.(fin/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :