Bawaslu Amankan 4.800 APK


MALANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang mengamankan 4800 Alat Peraga Kampanye (APK) milik calon legislatif (Caleg) maupun partai politik (Parpol). APK itu diamankan petugas karena pemasangannya tak sesuai aturan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, Wahyudi mengatakan, jika 4800 APK itu merupakan hasil dari penertiban yang dilakukan Panwascam  se Kabupaten Malang dan Bawaslu sejak awal waktu kampanye.
"Sejak awal kampanye sampai dengan hari ini kami melakukan penertiban serentak 7 kali. Setiap kali penertiban selalu ada APK yang kami amankan karena pemasangannya tak sesuai aturan," ungkap Wahyudi.
Dia pun menyebutkan, tak sesuai aturan pertama pemasangan APK dilakukan di jalan protokal yang itu tak boleh ada APK. Ada juga APK yang dipasang di pohon, tiang listrik, atau tiang telepon. Ada juga APK yang dipasang di fasilitas umum.
“Kami tak mentolelir pelanggaran. Ada APK yang dipasang tak sesuai, langsung kami tertibahkan, jika pemasangannya tak sesuai aturan," tambahnya. Ketegasan anggota Bawaslu dan Panwascam itupun memberikan dampak positif para caleg atau partai polisi peserta pemilu.
“Hari-hari ini banyak caleg banyak memasang APK. Mereka memanfaatkan waktu yang sempit ini untuk berkampanye melalui pemasangan APK. Dan kami bersukur, karena sudah tertib,” tambahnya. Memang masih ada satu atau dua APK yang melanggar.
Dan pihaknya juga siap melakukan penertiban. Ketegasannya tak hanya pada APK yang tak tertib. Branding di kendaraan pun menjadi perhatiannya. Dia tak menampik saat musim kampanye banyak caleg, atau pengurus parpol dan pendukung membranding kendaraan mereka.
Dan itupun sudah dilakukan. Salah satu kendaraan branding yang dihentikan saat berjalan adalah yang memuat foto dan nama Calon DPR RI Krisdayanti. Dimana kendaraan tersebut selain nama dan foto, juga dilengkapi dengan logo partai dan nomor urut partai.
"Branding kendaraan yang memuat gambar/foto Krisdayanti dihentikan di kawasan Ampelgading. Sedangkan yang memuat gambar atau foto ibu Sri untari (Caleg DPRD Jatim) dihentikan di Dau," ungkap pria bertubuh tambun ini.
Saat menghentikan, pihak Bawaslu atau Panwascam langsung memberikan teguran tertulis, agar kendaraan tersebut tak boleh dioperasionalkan. Jika bandel, maka saat ketemu lagi di jalan, maka sanksi tegas pun diberikan. (ira/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :