Bawaslu Turunkan 2.255 APK Caleg


MALANG - Masa kampanye pemilihan legislatif (pileg) telah berjalan selama enam bulan. Bawaslu Kota Malang mendapatkan ribuan pelanggaran alat peraga kampanye (APK) yang dilakukan calon legislatif (caleg) dari hampir semua partai.
Pelanggaran dilakukan menyalahi Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 28 Tahun 2018.
Dalam peraturan tersebut APK dilarang ditempelkan di tempat ibadah, fasilitas pemerintah dan di tempat yang mengganggu ketertiban umum. Selain itu, aparatur negara juga dilarang terlibat aktif dalam misi kampanye.
Koordinator Divisi Hukum Data dan Informasi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Iwan Sunaryo mengatakan, APK bermasalah telah banyak ditertibkan.
"Kami sudah menertibkan sejumlah 2.255 sampai awal bulan Februari," ujarnya saat ditemui di Kantor Bawaslu Kota Malang, Jumat sore (15/2) .
Meskipun, telah disosialisasikan sejak lama, namun hingga kini masih ditemui pelanggaran APK, "Pada awal bulan Februari awal kami berhasil menertibkan 497 APK," terangnya.
Sebelum ditertibkan, Bawaslu telah memberikan peringatan dini terhadap partai politik (parpol) yang dianggap menyalahi peraturan. "Tiga hari sebelum kita tertibkan, kami memberikan surat kepada parpol untuk mengecek dahulu APK-APK masing-masing caleg yang sudah terpasang apakah menyalahi aturan apa tidak,” terangnya.
Iwan mengingatkan kembali kepada partai-partai politik untuk melakukan kegiatan yang tidak melenceng dari undang-undang. "Mari jaga ketertiban pemilu bersama jadikan Malang ini semakin kondusif, " Imbau Iwan. (mg2/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :