Debat Paslon Tanpa Pemeran Utama


MALANG - Debat tanpa pemeran utama. Itulah yang akan terjadi dalam Debat Publik Pilkada Kota Malang yang menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang tetap akan diagendakan sesuai jadwal pada 7 April pukul 19.00 sampai 21.00 WIB. “Debat akan disiarkan live di regional Jawa Timur. Peserta debat publik adalah pasangan calon,” tandas Ketua KPU Kota Malang Zaenuddin ST MAP.
Hal inilah yang kemudian masih menimbulkan pertanyaan. Menyusul kejadian penahanan dua calon Wali Kota Malang H Moch Anton dari paslon nomor urut 2 dan Ya’qud Ananda Gudban dari paslon nomor urut 1 oleh KPK. Apakah keduanya dihadirkan?.
Ditanyai mengenai hal ini Zaenuddin menjelaskan, apabila paslon tidak bisa hadir secara lengkap, maka yang hadir dapat salah satunya. Itu berarti debat 7 April nanti hanya akan menghadirkan 1 calon wali kota saja.  Paslon nomor 1 hanya didatangi satu calon, paslon nomor dua hanya satu calon, dan dua orang untuk paslon nomor tiga. Debat publik ini pun menjadi debat 112. Istilah yang dilontarkan wartawan di newsroom kemarin.
Keputusan KPU ini menimbulkan reaksi beragam dari timses paslon. Reaksi menentang dilontarkan Ketua Timses Paslon No 2 Anton-Samsul, Arief Wahyudi. Ia menganggap KPU Kota Malang menabrak aturannya sendiri.
“Kalau debat tetap dilanjutkan tentu saja akan mencederai peraturan KPU tentang debat paslon. Karena aturannya jelas, yaitu debat paslon bukan debat calon wali kota atau calon wakil wali kota saja,” tegas Arief.
Ia menambahkan, tentu saja dari paslonnya yang hadir hanya calon wakil wali kota saja. Ia mengatakan masih akan melakukan komunikasi dengan KPU soal ini. Pasalnya ia menegaskan, jika pihaknya menyetujui agenda tersebut maka akan menyalahi aturan KPU.

Berita Lainnya :