Jawaban Secepat Kilat, Debat Tak Meriah


MALANG - Debat Publik Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang semalam berjalan secepat kilat. Pasalnya, waktu yang diberikan di sebagian besar segmen debat selalu tersisa. Ketiga paslon memberikan tanggapan pada materi debat secara cepat dan menyisakan sekitar 15 sampai 10 detik sebelum waktu yang diberikan habis.
Akibatnya, moderator debat terus memberikan kesempatan ketiga paslon untuk memberikan tanggapan tambahan karena waktu masih tersisa banyak. Hal ini salah satunya terlihat sejak segmen debat ketiga. Dalam sesi yang mengharuskan tiap paslon menjawab pertanyaan yang sudah diundi.
"Monggo waktu masih banyak, mohon ditambahkan," tutur moderator rata kepada tiga paslon yang hadir dalam debat publik pertama Pilkada Kota Malang kemarin malam.
Tidak hanya itu saja, debat publik paslon ini pun berjalan tidak terlalu meriah bak debat publik paslon pada umumnya. Tentu saja dikarenakan dua calon wali kota dari paslon nomor urut 1 dan 2 tidak dapat hadir yang kemudian hanya diikuti Calon Wakil Wali Kotanya saja.
Meski begitu, Calon Wakil Wali Kota Malang dari Palson Nomor Urut 2, Syamsul Mahmud mendapat banyak perhatian. Syamsul memang menunjukkan sikap sedikit tegang dan sempat kebingungan dalam sesi pertama debat yang mengharuskan dirinya menanggapi jawaban dari paslon nomor urut 1.
"Lho saya ta? Bukan ke sana?" kata Syamsul menunjuk Paslon nomor 3 yang tidak mendapatkan giliran menjawab.
Seketika itu pula moderator mengarahkan Syamsul kembali, untuk menanggapi pertanyaan dari H Wanedi, yang juga hadir sebagai single fighter atas ketidakhadiran pasangannya Ya’qud Ananda Gudban. Tidak hanya itu saja, sebelumnya Wanedi sempat melontarkan ucapan yang mengungkapkan ketidaktegaannya untuk memberi pertanyaan pada Syamsul.
"Saya sebenarnya tidak tega dengan sampean mas. Karena Anda terpaksa berada di situ untuk menjawab semua," ungkap Wanedi yang kemudian ditanggapi tawa kecil dari penonton debat publik di lokasi.
Meski begitu, Syamsul menunjukkan kepercayaan dirinya ketika menanggapi pertanyaan soal ledakan penduduk dalam kaitannya dengan ketersediaan lahan permukiman. "Saya kebetulan orang REI (Real Estate Indonesia), saya paham tanah permukiman di Kota Malang sudah mahal dan terbatas. Yang perlu ditingkatkan adalah akses infrastruktur untuk pemukiman. Ambil kawasan pinggir kota dan buat akses ke sana," tegas Syamsul menanggapi jawaban dari  satu-satunya Calon Wali Kota Malang yang hadir dari nomor urut 3, Sutiaji.
Sebelumnya Sutiaji dan pasangannya Sofyan Edi menjabarkan akan memperbanyak progam rumah murah di Kota Malang sebagai salah satu solusi masalah permukiman.
Debat Publik pertama yang dilaksanakan KPU Kota Malang ini berlanjut terus dengan materi-materi pertanyaan lain seperti kesejahteraan sosial, kesehatan, pariwisata, sampai transportasi. Materi lain seperti pengentasan kemacetan muncul pula saat Paslon Nomor Urut 1 mendapatkan giliran memberikan pertanyaan pada Paslon Nomor Urut 3.
"Kemacetan dapat diatasi dengan manajemen traffic dan rekayasa lalin," ungkap Calon Wakil Walikota Nomor urut 3, Sofyan Edi.
Jawaban ini langsung ditanggapi pemberi pertanyaan, Wanedi. Ia menangkis jawaban tersebut dan mengatakan, manajemen traffic dan rekayasa lalin hanyalah solusi jangka pendek. Ia tidak menyetujui jika solusi kemacetan diprogramkan sebatas itu saja.
Sementara itu, Paslon Sutiaji-Edi lebih memberanikan diri menjual program kesehatan dan kesejahteraan sosial. Sutiaji dalam menegaskan, sebanyak 400 ribu warga Kota Malang masih belum tersentuh layanan BPJS Kesehatan.
"Komitmen kami adalah agar warga Kota Malang bisa tercover semua. Kita akan programkan dengan APBD" tegasnya.
Sementara itu Calon Wakil Wali Kota Malang H Wanedi menjanjikan program stimulus Rp 25 juta per bulan ke setiap RW untuk memajukan perekonomian warga menengah ke bawah.
Untuk Paslon Nomor Urut 2, Calon Wakil Wali Kota Syamsul menegaskan paslonnya akan memberikan ruang bagi Kota Malang untuk membentuk kawasan industri tersentral. Yang ditargetkan dapat menyerap tenaga kerja 1.000 orang per tahunnya.
Debat Publik yang diadakan KPU Kota Malang ini akan kembali diagendakan bulan depan. Tepatnya 5 Mei 2018 mendatang. Ketua KPU Kota Malang Zaenuddin ST MAP sempat mengatakan dirinya sempat sangsi dengan kelancaran debat paslon pertama tersebut karena perdebatan demi perdebatan muncul. Terutama terkait ketidakhadiran dua calon wali kota Moh Anton dan Ya’qud Ananda Gudban karena proses hukum yang dihadapi.
"Alhamdullilah semua bisa datang malam ini (tadi malam, Red). Tahapan ini adalah bagian dari fasilitas kampanye yang kami berikan. Kita semua hargai proses hukum yang berjalan. Dan kami yakin Pilkada Kota Malang dapat berjalan kondusif, aman dan sukses," pungkas Zaenuddin. (ica/han)

Berita Lainnya :