Kader PKB Sempat Deg-degan


MALANG - Pemeriksaan rumah dinas dan rumah pribadi Wali Kota Malang H Moch Anton oleh tim penyidik KPK Kamis (10/8/17) lalu, sempat membawa seluruh kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kota Malang risau. Banyak yang mempertanyakan kebenaran tersebut dan mulai membicarakan kemungkinan-kemungkinan terburuk terhadap H Moch Anton, yang sudah ditetapkan DPC PKB Kota Malang untuk kembali diusung dalam Pilkada Kota Malang, 2018 mendatang.
Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Kota Malang Arif Wahyudi, SH kepada Malang Post, Jumat (11/8). “Memang, dua hari belakangan banyak kader was-was dan bertanya soal ini. Banyak yang tanya apa benar ada dugaan tersebut? kami sampai berkumpul pada malam hari di mana Abah diperiksa,” ungkapnya.
Akan tetapi, menurut Arief, kejadian pemeriksaan terhadap Anton, tidak menurunkan elektabilitasnya sebagai kader terkuat PKB untuk maju kembali dalam Pilkada. Saat ini ia menjamin seluruh anggota DPC PKB Kota Malang malah semakin solid, terus mendukung Anton.
Ia menjelaskan, apa yang dilakukan KPK terhadap kader terkuatnya tersebut merupakan hal yang wajar dan sebuah prosedur dasar yang harus dilalui. “Seorang kepala daerah, memang sewajarnya ditanyai jika ada permasalahan seperti ini. Sebagai kepala dan pimpinan daerah, hal ini wajar dan memang harus dilalui Abah. Saya pikir tidak akan mempengaruhi kepercayaan kami terhadap abah,” urainya.
Arief melajutkan, di momen kedatangan KPK malah membawa kekuatan tersendiri bagi PKB Kota Malang untuk semakin solid menuju Pilkada. Ia menerangkan, kegiatan dan agenda yang dilakukan PKB Kota Malang selanjutnya tetap berjalan. Salah satunya melakukan pelantikan pengurus di ranting dalam waktu dekat.
Arief menegaskan, sebagai tim pemenang pemilu PKB, tidak sedikit pun kepercayaan pihaknya menurun terhadap Abah Anton karena kedatangan KPK Belakangan beberapa hari terkakhir. Ia mengatakan elektabilitas Abah tidak akan terpengaruh signifikan.
“Bahkan kejadian ini membuat kami semakin solid. Abah bisa membuktikan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya menghargai proses hukum dan kooperatif,” tandasnya.(ica/ira/han)

Berita Lainnya :