Keberuntungan Capres dan Caleg Cerdas


PEMILU (Pilpres dan Pileg) di tahun Babi Tanah didominasi kekuatan kecerdasan dan rasionalitas. Sosok pasangan capres-cawapres dan caleg  cerdas yang  bakal menang dalam kuatnya pertarungan politik.
Ahli Feng Shui Drs Hariadi mengungkapkan, pemilu dalam pengaruh Babi Tanah membuat setiap calon (capres dan caleg) wajib memainkan strategi yang tepat. "Mereka harus tahu diri dan bisa mempelajari lawan. Kalau sudah tahu lawannya, pasti bisa menang," terang Hariadi kepada Malang Post.
Dalam konteks pemilihan presiden (pilpres), lanjut Hariadi, hoki para pasangan calon saling melengkapi. Ia mencontohkan seperti pemilihan bupati. Calon bupati yang memiliki hoki dan kharisma tinggi, bisa kalah jika wakilnya tidak memberikan kontribusi positif.  
Terkait tanggal Pemilu pada 17 April 2019 mendatang, berdasarkan penanggalan Tionghoa, jatuh pada tanggal 13 Maret. "Kalau digabung, angkanya jadi 313. Harinya Monyet Kayu dan bulannya Naga Tanah. Harinya yang penuh pemikiran cerdas," paparnya antusias.
Menurut Hariadi, pada tanggal tersebut nuansa pemilihan penuh dengan orang yang cerdas, baik yang dipilih, maupun masyarakat sebagai pemilih. "Masyarakat akan cerdas untuk memilih. Sebab, hari tersebut penuh dengan komitmen cerdas, bisa memberikan perubahan positif, ini yang dicari masyarakat," ungkap pemilik Rumah Makan Ringin Asri ini.   
Lebih lanjut, Hariadi mengungkapkan, hari tersebut merupakan Hari Monyet yang memiliki kebiasaan loncat-loncat. Nantinya, masyarakat akan melihat, mana pemimpin yang akan memberikan kemakmuran pada dirinya dan keluarganya. "Ketika memilih, mereka akan yakin, kalau memilih si A maka akan makmur," lanjut dia.
Hal tersebut tidak hanya berlaku untuk pilpres, tapi juga caleg. "Waktu pemilihan tinggal beberapa bulan lagi. Masyarakat akan memahami kalau pemikirannya benar dan tidak terkena hoax. Hari H nanti, mereka akan memilih dengan cerdas dan tenang," paparnya.
Masyarakat juga mencari peimpin yang bisa memberikan efek positif dalam bidang politik, pendidikn dan lainnya. "Rakyat tidak ingin dibuai denga omong kosong. Ia mencari pemimpin yang bekerja dan banyak melakukan perubahan," ungkap Hariadi yang selama ini juga terkenal sebagai Master Trainer Akupuntur.
Ia menambahkan, siapapun pemimpinnya nanti, masyarakat juga harus pandai mengatur strategi bisnis untuk memajukan usahanya. "Cari peluang sebanyak-banyaknya,” pesannya.  
Namun, masyarakat juga harus mampu menahan diri supaya tidak salah langkah. "Harus tetap hati-hati, tahan diri, supaya bisa memberikan perubahan yang positif," tandas dia.
Secara terpisah, Humas Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Bonsu Anton Triyono menambahkan, ia memprediksi, tahun politik kali ini akan berpengaruh positif. "Akan ada perubahan, baik untuk individu, pemerintah maupun pemilu nanti," kata dia.
Anton menguraikan, pada  2019 nanti, diharapkan berjalan damai dan lancar. Selain itu, masyarakat Indonesia  disadarkan untuk memilih pemimpin yang siap membawa perubahan dalam lima tahun ke depan. "Yang penting, bisa menciptakan Indonesia dengan rasa cinta kasih. Jadi negara yang makmur, gemah ripah loh jinawi serta toto tentrem lan raharjo, " pungkas Anton.(tea/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :