Khofifah Bagi Rata APBD, Gus Ipul Pasang Internet

SURABAYA - Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur berlangsung meriah, semalam. Khofifah-Emil bersama rombongan tiba di lokasi tepat pukul 18.30 WIB dengan diantar para kiai, pengurus partai serta unsur pendukung lainnya dengan iringan musik rebana. Disusul Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno tiba di lokasi debat Dyandra Convention Center sekitar pukul 19.10 WIB.
Tidak banyak yang disampaikan oleh Khofifah maupun Emil. Seperti sebelumnya, Khofifah mengatakan, dalam debat kali ini tidak ada persiapan khusus. Sebab, program yang Nawa Bhakti Satya yang dirancangnya telah melalui proses yang panjang. Bahkan.
"Tidak ada persiapan khusus. Insya Allah lancar," kata Khoffiah singkat.
Hal senada juga disampaikan oleh Emil Dardak. Ia mengatakan, untuk debat malam ini yang mengangkat tema Kesejahteraan Rakyat (Kesra) bukan hal yang baru bagi pasangan Khofifah-Emil. Sebab, pengalama Khoffiah sebagai Menteri Sosial (Mensos) tentu memiliki banyak pemahaman terkait tema tersebut. Sementara dirinya sebagai Bupati Trenggalek non aktif memiliki pengalaman serupa.
"Ini bukan proses yang instan. Progam kami hasil diskusi yang panjang serta pengalaman ibu Khfofifah di Kementerian Sosial. Saya sebagai Bupati. Insyaallah ini bukan suatu medan yang baru bagi kita," kata Emil.
Kedatangan Khofifah-Emil ini disambut langsung atusan relawan dan pendukung pasangan Khofifah-Emil yang telah menunggu sejak sore tadi. Sambil membentangkan poster bergambar Khofifah-Emil para relawan dan pendukung ini menyanyikan lagu 'Wis Wayahe' yang memang lagu khas dukungan pada paslon nomor urut satu ini.
Sedangkan, saat Gus Ipul dan Puti, begitu tiba, mereka disambut para pendukung yang terus menyanyikan jingle "Kabeh sedulur Sak Jawa Timur". Gus Ipul memakai kemeja safari warna putih dengan peci berwarna hitam. Begitu pula dengan Puti yang mengenakan kebaya putih berbalut hijab berwarna merah.
Setelah bernyanyi bersama para pendukung, Gus Ipul dan Puti masuk ke dalam gedung Dyandra Convention Center melalui pintu VVIP. Keduanya kesulitan masuk karena para pendukung juga ingin masuk. Mereka tidak sempat menyapa wartawan karena diminta untuk segera masuk oleh panitia.
Para petugas keamanan bahkan sampai membentak pendukung untuk keluar. Sempat terjadi dorong-dorongan. Pada akhirnya, pintu masuk tersebut ditutup oleh petugas. Meja tamu dipakai untuk memblokir pintu masuk.
KPUD Jatim sendiri sudah menetapkan para pendukung yang bisa masuk untuk masing-masing paslon berjumlah 150 orang. Mereka yang tidak punya undangan dan gelang tidak bisa masuk ke venue debat
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Guberbur Jawa Timur nomor urut satu Khoffiah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak telah memasuki gedung Dyandra Convention Hall, tempat dilaksanakannya debat publik terbuka pertama yang diselenggarakan oleh KPU Jatim.
Pada saat debat, pasangan calon Pilgub Jatim dengan nomor urut 1, Khofifah dan Emil Dardak mengawali acara debat pertama dengan memaparkan visi dan misi keduanya di sektor kesejahteraan masyarakat.
Pada momen tersebut, Khofifah Indar Parawansa selaku Cagub memastikan bahwa APBD untuk kesejahteraan rakyat akan menjadi rencana kerjanya bila kelak terpilih.
"APBD Jatim sebesar Rp 29,8 Trilliun akan kami bagi secara merata. Kue itu akan kami bagi rata agar rakyat sehat dan rakyat sejahtera," kata Khofifah.
Lebih lanjut, wanita yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial di era Presiden Jokowi tersebut mengatakan bahwa gagasan tersebut didasari bahwa masyarakat yang kuat merupakan kebutuhan utama Jawa Timur. "Rakyat tidak akan bisa kuat kalau mereka miskin, rakyat tidak akan bisa kuat kalau mereka bodoh dan sakit-sakitan," tegasnya.
"Jatim membutuhkan pemimpin dan pemerintahan yang kuat. Gus Dur pernah mengatakan bahwa pemimpin yang baik adalah ketika mereka membelanjakan harta wilayah yang Ia pimpin untuk wilayahnya," pungkas Khofifah.
Sementara, pasangan calon nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno menjanjikan fasilitas internet terpasang di seluruh Jatim. 
"Kata kuncinya adalah pendidikan. Pendidikan SMK harus diperbaiki. Ini karena baru 40 persen dari 2000 SMK yang terakreditasi A. SMK mini inilah yang akan dikembangkan dan diperkuat," tegas Gus Ipul ketika menjawab pertanyaan dari panelis Debat Publik Pilgub Jatim di Dyandra Convention Hall, Selasa (10/4/2018) malam.
Puti menambahkan, ada program Superstar dan Mas Metal untuk kaum milenial di Jatim, sebagai bonus demografi.
"Kami miliki program Mas Metal atau Masyarakat Melek Digital. Kami harus memastikan fasilitas internet terpasang di seluruh Jatim," tutur Mbak Puti menambahkan. 
Mas Metal merupakan komitmen Gus Ipul-Mbak Puti untuk melahirkan inovasi-inovasi digital di berbagai bidang. Antara lain pertanian, kelautan, pendidikan, dakwah, kesehatan, perdagangan, dan industri. Caranya dengan memperluas jaringan internet di Jawa Timur, memperluas literasi digital di masyarakat, hingga meningkatkan partisipasi publik untuk pengawasan tata kelola pemerintahan bersih dan transparan berbasis digital.
Mereka juga menyiapkan program Superstar (Sentra UMKM, Pemberdayaan UMKM dan Startup) untuk kaum milenial Jatim. Program itu diyakini bisa mengerek daya saing milenial Jatim.
"Kelompok milenial menjadi salah satu fokus kami. Mereka adalah pendorong kemajuan Jawa Timur dengan sifatnya yang dinamis, berpikiran terbuka, dan mengutamakan kolaborasi ketimbang kompetisi," ujar Puti.
 
Puti merinci, ada sejumlah janji kerja dalam program Superstar. Di antaranya memfasilitasi terciptanya bisnis-bisnis rintisan (startup) unggulan. Telah disiapkan program pemberdayaan startup, termasuk dalam hal ini usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).(jpg/bjt/ary)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :