Logistik Pemilu Dipantau 24 Jam


MALANG - Logistik Pemilu mulai berdatangan di KPU Kota Malang. Lembaga penyelenggara pemilu itu pun tingkatkan pengamanan dengan mengerahkan petugas menjaga selama 24 jam setiap hari. Sudah begitu, lokasi penyimpanan logistik pemilu dipantau CCTV.
Ketua KPU Kota Malang, Zainuddin mengatakan berbagai keperluan pendukung pelaksanaan coblosan pada April mendatang berdatangan secara bertahap (baca grafis,Red). Karena itulah peningkatan sistem pengamanan diperketat.
Untuk mengamankan logistik, KPU Kota Malang bahkan akan memasang CCTV di lokasi penyimpanan. Alasannya berbagai kebutuhan pemilu itu sangat vital. Apalagi akan didistribusikan ke 2.352 TPS pada pemilu nanti.  
"Tempat penyimpanannya dekat dengan kantor KPU. Selain dipantau CCTV,  pengamanan dilakukan 24 jam,” jelasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, KPU Kota Malang juga berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk pengamanan. Karena itulah Zainuddin memastikan sejauh ini logistik Pemilu untuk Kota Malang aman.
"Kami selalu koordinasi dengan pihak kepolisian. Kalau cukup, saat surat suara dikirim nanti akan diamankan juga di kantor KPU. Sistem pengamanan pun kita perketat,” jelasnya.
Bendahara Logistik KPU Kota Malang, Suyadi menambahkan, logistik Pemilu yang sudah datang sesuai kebutuhan. "Kotak suara jumlahnya lima per TPS. Kalau bilik suara jumlahnya empat per TPS. Jumlah bantalan dan coblosan sama dengan jumlah bilik suara," terangnya.
Kotak suara disediakan lima buah per TPS karena ada lima pemilihan dalam Pemilu 2019. Yakni, pemilu legislatif DPRD Kota Malang, pemilu legislatif DPRD Provinsi Jawa Timur, pemilu legislatif DPR RI, pemilu presiden, dan pemilu untuk DPD.
Suyadi mengaku logistik keperluan Pemilu yang masih kurang yakni formulir. Antara lain, formulir A, BA, C1-C7 dan surat suara. Rencananya, formulir tersebut tiba pada Februari mendatang, sedangkan khusus surat suara tiba pada Maret.
Di Kota Malang terdapat 623.185 pemilih. Pemilih laki-laki sebanyak 305.364 atau 49 persen, sementara perempuan 317.821 atau 51 persen. (ica/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :