Parpol Tunggu Instruksi DPP


MALANG – Partai Politik di Kabupaten Malang masih menunggu instruksi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) terkait Cabup-Cawabup yang diusung. Menyambut  2020, Pengurus Parpol di daerah sejauh ini  hanya melakukan konsolidasi kader. Sedangkan Parpol yang minim kursinya, ancang-ancang berkoalisi.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Malang Sudarman S.Pd menegaskan, partainya berupaya menyamakan pandangan dengan Parpol lain. Mulai dari visi misi, hingga pandangan cara memajukan Kabupaten Malang ke depan. Darman sapaan akrabnya mengaku belum mendapatkan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dari DPP Partai Golkar untuk Pilkada tahun 2020 mendatang.
”sesuai penetapan kami mendapatkan 8 kursi. Sehingga kami harus realistis. Mau tidak mau harus berkoalisi. Tapi sekali lagi itu nanti, kami belum ke arah sana,’’ ungkapnya.
Sementara, PDI Perjuangan memilih untuk menyiapkan diri secara internal. Konsolidasi dengan pengurus tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga tingkat ranting.
”Karena kami masih pengurus baru, maka kami baru melakukan konsolidasi mulai tingkat DPC, PAC, hingga ranting. Kami mengenalkan diri dulu kepada seluruh kader. Ini kami lakukan agar PDI P di Kabupaten Malang solid,’’ urai Ketua DPC PDI P Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto.
Didik mengatakan, konsolidasi ini penting dilakukan untuk menentukan langkah, sekaligus menentukan langkah program ke depan. ”Untuk Pilkada sementara masih belum. Ya itu, kami masih merapatkan barisan dulu. Karena jika semuanya solid, ke depan pun akan lebih mudah,’’ tambahnya.
Sementara Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Malang, Choirul Anam juga mengatakan hal yang sama. Secara persiapan, partainya masih menunggu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Namun demikian sembari menunggu, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan partai lain.
Anam begitu dia akrab dipanggil menyebutkan, untuk calon pihaknya mengaku di tubuh Partai NasDem cukup banyak. Hanya saja siapa yang diusung nanti, itu menjadi keputusan DPP.
”Saya rasa DPP tidak akan salah memilih orang. Dan orang yang diusung itu sudah melalui tahapan survei, di mana orang tersebut memiliki tingkat elektabilitas dan popularitas yang sangat tinggi,’’ tambahnya..