PDIP Gelar Evaluasi dan Siapkan Pilkada 2020


MALANG - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar Konfercab di tiga zonasi secara serentak, yakni di Surabaya, Malang dan Madiun,  Minggu (7/7). Bertempat di Hotel Savana Kota Malang, digelar konfercab zona dua yang dihadiri oleh 13 Kota/Kabupaten. Diantaranya Malang Raya, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Situbondo.
Dalam pertemuan tersebut, ada beberapa evaluasi yang dibahas. Serta target PDIP tahun depan untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di beberapa Kabupaten/Kota.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan, pada momen Pemilu 2019 lalu, PDIP mampu meraih suara terbanyak di Jawa Timur.
“Setelah tahun 1999, kembali terjadi momen yang luar biasa. Kami mampu menjadi yang nomor satu di Jawa Timur. Tentunya, hal ini menjadi motivasi kami,” terang dia.
Pada kesempatan tersebut, Djarot menekankan, hal tersebut justru akan menjadi bahan evaluasi dan tidak membuatnya lengah.
“Tahun 1999 lalu, kami menang besar dan lengah. Tentu, kami tidak ingin seperti itu lagi. Kami akan terus berjuang di dalam jalan ideologi, demi rakyat Indonesia,” papar dia.
Pada kesempatan tersebut, Djarot mengungkapkan, untuk itu pihaknya akan bergandengan tangan untuk menyatukan kekuatan demi menjawab berbagai tantangan yang ada. Ada beberapa evaluasi kinerja yang dilakukan dalam pertemuan tersebut.
“Mulai dari hasil evaluasi pilpres dan pileg, ada konflik atau tidak. Organisasi berjalan atau tidak. Ada anggota yang terkena hukum atau tidak. Kalau ada yang terkena kasus hukum, kami tidak mau. No!” tegas dia.
Selain melakukan evaluasi, pihaknya juga akan melakukan persiapan untuk menghadapi Pilkada 2020 mendatang. Dalam zona dua ini, ada tujuh pilkada yang akan dilakukan dan ada sekitar 30 an kader yang terlibat.
“Maka, kami harus tuntaskan konsolidasi untuk memenangkan Pilkada 2020. Kalau target secara nasional, kami berjuang meraih suara maksimal 60 persen untuk Pilkada serentak,” papar pria berkacamata itu.
Terkait sederet nama yang akan menjadi menteri dan dimasukkan dalam kabinet kerja Jokowi-Ma’ruf Amin, partai sepenuhnya menyerahkan urusan kabinet kepada Jokowi. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sudah memiliki pengalalam lebih dalam menyusun kabinet sebagaimana pembentukan kabinet kerja pertama yang telah dibentuk.
"Kabinet sepenuhnya hak dari Pak Jokowi. Beliau pasti memiliki pertimbangan, karena sudah ada pengalaman sebelumnya. Dulu waktu kabinet awal belum ada pengalaman sehingga terjadi bongkar pasang, kalau sekarang saya rasa akan lebih berani lagi," kata dia.
Menurutnya, Jokowi pasti akan memilih sosok yang memiliki integritas tinggi serta kemampuan bekerja yang baik. Selain itu juga sosok yang mampu berkomunikasi dengan baik. Karena dalam masa kepemimpinan ke duanya ini, tentunya ingin ada warisan yang bisa ditinggalkan dalam pembangunan Indonesia.
"Pak Jokowi pasti inginnya meninggalkan warisan yang baik dan 2024 nggak nyalon lagi. Indonesia harus dibangun dalam ideologi Pancasila, supaya 2024 indonesia berdaulat pangan, energi dan lain sebagainya. Itu sebabnya UMKM digerakkan serta infrastruktur dibangun," imbuh dia.
Dalam pertemuan ini juga dihadiri Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Jember Farida dan Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo. Pertemuan itu juga menentukan susunan pengurus partai yang baru. Untuk wilayah Kabupaten Malang, Ketua DPC dijabat oleh Didik Gatot Subroto, Sekretaris dijabat Darmadi dan Bendahara dijabat Tantri Bararoh.
Sementara untuk Kota Malang, Ketua DPC dijabat oleh Made Rian Diana Kartika, Sekretaris dijabat oleh Eko dan Bendahara dijabat Zakaria. Sedangkan untuk wilayah Kota Batu, Ketua DPC dijabat oleh Pujo Santoso, Sekretaris dijabat Fudin dan Bendahara dijabat Asmadi.(tea/jon)

Berita Terkait