Pilkada Kota Malang, Merah - Hijau Bersatu di Baiduri Sepah

MALANG - Suhu politik di Kota Malang terus menghangat. Setelah Sabtu (22/7) Partai Hanura membuka pendaftaran Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Giliran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melakukan pertemuan dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Minggu (17/7) kemarin. Pertemuan dua partai besar ini sekaligus menjadi pertemuan bagi Wali Kota Malang H. Moch. Anton dan Ketua DPRD Malang Arief Wicaksono.
Dikemas dengan konsep halal bi halal, pertemuan di Baiduri Sepah Ballroom and Resto ini, dihadiri pengurus masing-masing partai dan berlangsung gayeng. Ya PKB identik dengan warna hijau, sedangkan PDI P warna merah. Dalam teori warna brewster, merah adalah komplementer hijau, keduanya berseberangan dalam lingkaran warna. Namun karena komplementer, ketika disandingkan justru terjadi keseimbangan.
Masih teori brewster, dalam warna komplementer masih ada lagi jenisnya. Yakni split, triad dan tetrad komplementer. Merah dan hijau ini termasuk tetrad komplementer. Dalam posisi 90 derajat, akan membentuk segi empat bersama warna orange dan biru. Nah, apakah komplementer warna dalam teori brewster ini juga berlaku pada pertemuan dua partai ini? Hal itu dijawab oleh ketua partai masing-masing.
 Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai (DPC) PKB H. Moch. Anton, yang memberikan sambutan pertama, mengatakan pertemuan dengan partai lain merupakan hal biasa. Tidak terkecuali dengan PDI Perjuangan. Dia mengatakan, pertemuan ini untuk menjalin komunikasi dalam bersilaturahmi.
"Membangun sebuah bangsa dibutuhkan sinergi. PKB merupakan bagian pemerintahan selalu ingin bersinergi, tidak terkecuali dengan PDI Perjuangan. PKB tidak bisa sendiri. Jika tidak didorong oleh parlemen pembangunan di Kota Malang tidak akan berjalan," urainya.
Abah Anton begitu H. Moch. Anton akrab disapa mengatakan, selama empat tahun dirinya menjalankan roda pemerintahan PDI Perjuangan membantu pelaksanaan program-progam daerah.
"Tentunya hubungan PKB dan PDI Perjuangan ini baik karena ada sinergi ada komunikasi antara keduanya. Ada sebuah keinginan yang sama, untuk membangun Kota Malang lebih maju," tegasnya.
Perbedaan cara pandang tambah Abah Anton memang tidak dapat dipungkiri. Tapi demikian, selalu ada solusi di dalam perbedaan tersebut. Terbukti, PKB dan PDI perjuangan tetap berjalan harmonis sampai dengan saat ini.
Disinggung apakah pertemuan ini sebagai pemantapan pilihan berkoalisi? Abah Anton mengatakan masih belum. Pertemuan ini hanya sebagai ajang koordinasi dan menjalin komunikasi.
"Kita terbuka, hari ini dengan PDI Perjuangan. Sebelum-sebelumnya juga melakukan komunikasi dengan partai lainnya. Termasuk nanti juga dengan PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang sudah mengajukan surat untuk bertemu," tambahnya.
Anton juga menguraikan PKB juga menyiapkan alternatif lain. Di antaranya adalah maju melalui jalur independen, jika sampai akhir nanti tidak menemukan pasangan berkoalisi. Bahkan untuk menempuh jalur independen pun pihaknya sudah bersiap, dengan mengumpulkan dukungan warga. "Malam ini juga ada halal bi halal dengan warga. Mereka tulus dan percaya memberikan dukungannya ke saya. Ya dilihat nanti lah. Karena bagaimanapun untuk berkoalisi sendiri kami menunggu keputusan dari DPP," tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Arief Wicaksono juga mengatakan hal yang sama. Pertemuan dengan pengurus serta kader PKB tak lain untuk merajut hubungan antar lembaga. "Pak Wali ini tahun 1999 lalu merupakan kader PDI Perjuangan. Selanjutnya melalui PKB dapat memimpin Kota Malang. Dan ini luar biasa, di mana dalam pertemuan ini kita menyatukan kelompok Agamis dengan Nasionalis," katanya.
Arief juga menegaskan, jika pertemuan ini diperuntukkan menjalin kekuatan. "Jika ada kolaborasi yang baik, pembangunan di Kota Malang berjalan lancar. Tidak hanya empat tahun, tapi juga lima tahun, atau lima tahun ke depannya," urainya.
Selain itu sinergi juga sudah terjalin dengan baik. Dia menyebutkan senyampang program yang dibuat pemerintah untuk kebaikan masyarakat, pihaknya akan sangat mendukung.
Dia juga mengaku siap mendukung seluruh program pemerintah, untuk pembangunan dan menunu masyarakat lebih baik ke depan. 
Disinggung apakah pertemuan ini merupakan langkah awal untuk berkoalisi? Arief mengatakan masih belum. Sebagai partai yang memiliki sembilan kursi di dewan, PDI perjuangan memang dapat mengusung sendiri calonnya. Tapi komunikasi dan koordinasi tetap akan dilakukan PDI Perjuangan dengan partai-partai lainnya. 
Sementara pertemuan pengurus dan kader partai PKB dan PDI Perjuangan sendiri berlangsung lancar. Masing-masing dapat ngobrol dengan santai, dan mereka sama sekali tidak mempermasalahkan perbedaan. Terlebih, sekalipun kegiatan silaturahmi ini diinisiasi oleh PKB tapi tatanan ruangan di tempat pertemuan justru mengusung warna merah. Abah Anton sendiri mengatakan sudah mempersiapkan betul ruangan. Dengan harapan, usai pertemuan, harmonisasi antara dua partai tetap terjaga dengan baik.(ira/ary)
 

Berita Terkait