PKB dan Demokrat Bertemu, Menuju Pernikahan Politik

MALANG - Komunikasi politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang kian intens digelar   dengan partai politik lainnya. Setelah bertemu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, pertemuan yang sama juga digelar dengan Partai Demokrat, Selasa (25/7) kemarin. Pertemuan dua partai besar ini digelar di Baiduri Sepah Resto, Jalan Tlogomas, Kota Malang, diibaratkan perkenalan menuju jenjang pernikahan, tentu secara politik.
Yang menarik dalam pertemuan tersebut selain gayeng, adalah dekorasi ruangan. Di mana meski pertemuan digagas oleh PKB namun dekorasi ruangan ini dipenuhi dengan warna biru putih. Warna biru putih sendiri menjadi warna kebesaran Partai Demokrat.
"Biasanya tempat ini kan didekorasi dengan warna partai, tapi kita menghormati tamu, sehingga dekorasi ruangan kami sengaja menggunakan warna biru dan putih," kata Ketua DPC PKB H. Moch. Anton. Harapannya, nanti jika PKB melakukan pertemuan di kantor Demokrat harapannya pun sama. 
Dengan penghormatan yang diberikan ini, Anton pun berharap pertemuan kemarin menjadi awal yang baik antara PKB dan Partai Demokrat untuk ke depannya. Seperti pertemuan dengan pengurus PDI Perjuangan yang digelar Minggu (23/7) lalu. Dalam sambutannya Anton mengatakan membangun Kota Malang perlu sinergi dengan partai-partai lain. 
Menurutnya, PKB tidak bisa berbuat baik jika tidak ada support atau komunikasi dengan partai-partai lainnya. Dalam sambutan itu juga, Anton menegaskan antara PKB dan Partai Demokrat selama ini sangat harmonis, dan tidak pernah ada perselisihan. Oleh karena itu, dia pun berharap hubungan baik yang selama ini terjalin itu akan tetap terjada sampai nanti.
Apakah pertemuan ini menjadi aksi pemantapan menjalin koalisi? Abah Anton begitu H. Moch. Anton akrab disapa langsung tersenyum. Kepada wartawan, Anton kembali menegaskan dengan siapa pun koalisi bisa dilakukan. PKB yang memiliki enam kursi di dewan secara mutlak tidak dapat mengusung sendiri calonnya. Sehingga dibutuhkan koalisi. Lantaran itu, perlu kiranya tegas Anton menjalin silaturahmi dengan partai-partai lain guna penjajakan. "Ya sekarang ini masih menjajakan. Kan itu ada istilah tak kenal maka tak sayang. Kalau dari pertemuan ini klik, ya bisa saja terus, dan kita berkoalisi," ucapnya.
Tapi begitu, Anton juga mengatakan PKB juga memiliki skema lain untuk maju dalam Pilkada nanti. Yaitu dari jalur independen. Jalur ini disiapkan, jika PKB yang hanya memiliki enam kursi ditinggal partai lain. 
"Kalau maju lewat partai PKB harus berkoalisi. Kalau independen kita butuh dukungan masyarakat. Dan Alhamdulillah, banyak masyarakat Kota Malang yang mendukung," tegasnya. 
PKB menurut Anton adalah Partai yang berjuang untuk rakyat. Sementara itu Ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang Arif Darmawan mengatakan pertemuan dengan pengurus PKB tak lain untuk bersilahturahmi. Terlebih, masih dalam suasana lebaran. 
"Ini momen yang luar biasa lho. Padahal kita kalau ketemu wali kota kan sulit, harus ada janji. Dan Alhamdulillah, sore ini bisa ketemu. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi kami menjalin kerjasama," akunya.
Pertemuan dua partai besar untuk menuju harapan yang sama diibaratkan Arif dengan menikah. Di mana sebelum menikah, ada pertemuan, dan perkenalan. Selanjutnya ada silaturahmi untuk membahas kelanjutan hubungan.
 "Nah pertemuan dan perkenalan sudah. Silaturahmi untuk membahas kelanjutan inilah yang kita lakukan sekarang," kata Arif. 
Dia pun meminta media yang melakukan peliputan tidak salah tafsir mengenai pertemuan tersebut.
Dia sendiri mengatakan, sebagai partai besar dengan lima kursi di dewan, Partai Demokrat tidak dapat mengusung sendiri calonnya. Dibutuhkan koalisi dengan partai lain. Dan untuk berkoalisi itulah, dibutuhkan komunikasi dengan partai lain.
"Kita semua tahu, akan ada Pilkada, ada pesta demokrasi di Kota Malang. Mulai September tahapannya digelar. Kami partai Politik ingin sukses, dengan mendukung calon," tegasnya.
Sama seperti PKB yang membuat beberapa skema untuk maju Pilkada. Partai Demokrat juga menyiapkan beberapa rencana. Sehingga saat rencana pertama gagal, maka ada beberapa rencana lain yang diharapkan sukses.
Disinggung apakah sudah memiliki calon untuk maju dalam Pilkada? Arif mengatakan belum. Pihaknya saat ini masih melakukan survey untuk mendapatkan calon yang kredibel. Bahkan tidak menutup kemungkinan, untuk mendapatkan calon, pihaknya membuka pendaftaran bakal calon. Disinggung kriteria calon, Arif dengan tegas mengatakan yaitu memiliki popularitas, kredibilitas dan mampu mengemban amanah. "Sekali lagi pertemuan ini selain silaturahmi sekaligus untuk menjalin komunikasi. Doakan saja, semuanya baik dan berjalan lancar sampai nanti," tandasnya.
Sementara itu, pertemuan dua partai besar ini sendiri selesai dengan aman. Para pengurus partai mengakhiri kegiatan dengan foto bersama. Tidak sekadar mengacungkan jempol, foto bersama kemarin, baik pengurus PKB ataupun Partai Demokrat melakukan salam komando.(ira/ary)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :