Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu, Polres Siagakan 328 Personel


MALANG - Polres Malang memperketat pengamanan lokasi Pleno KPU untuk rekapitulasi hasil Pemilu 2019, di ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Rabu (1/5). Setiap tamu undangan yang masuk wajib steril. Harus melalui pemeriksaan petugas di pintu masuk.
Semua barang bawaan milik tamu undangan, seperti tas diperiksa, termasuk anggota badan juga dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat metal detektor. "Pemeriksaan tamu undangan ini kami lakukan untuk menciptakan keamanan. Jangan sampai ada barang berbahaya yang masuk ke dalam ruang Pleno," ujar Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.
Selain itu, lanjut Ujung, beberapa jam sebelum pelaksanaan rekapitulasi surat suara, Polres Malang juga menerjunkan Tim Jihandak dari Brimob Ampeldento Pakis. Petugas melakukan penyisiran gedung, untuk memastikan kondisi gedung steril dan aman. Seluruh sudut dan ruangan diperiksa.
Ujung mengatakan, selama pelaksanaan rekapitulasi hasil Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Malang, Polres Malang menyiagakan 328 personel gabungan Polri dan TNI-AD. Seluruh petugas ini akan mengamankan jalannya Pleno KPU yang diagendakan berlangsung selama empat hari, yakni mulai tanggal 1 - 4 Mei.
"Kami juga menerjunkan satu pleton personel dari Polri, dan satu pleton dari TNI-AD yang akan mengawal setiap pergeseran logistik dari gudang KPU di Jalan Raya Karangpandan, Pakisaji, ke gedung DPRD Kabupaten Malang," tegasnya.
Pantauan Malang Post, selama Pleno KPU berlangsung, kendaraan milik tamu tidak diperbolehkan masuk halaman gedung DPRD. Pintu pagar masuk ditutup dan dijaga petugas. Seluruh kendaraan diarahkan parkir di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
Sementara itu, logistik Pemilu hasil 2019 yang dibawa ke Pleno KPU, diambil dari gudang KPU Jalan Raya Karangpandan, Pakisaji. Pergeseran logistik mulai dipersiapkan sejak pukul 07.00, dengan pengawalan puluhan personel bersenjata lengkap. Gabungan Polri dan TNI AD.
"Dalam pengawalan jangan sampai underestimate. Kalau sebelumnya aman-aman, jangan sampai menganggap pengawalan ini juga aman-aman saja. Pengawalan harus sesuai SOP dan prosedur sampai ke gedung DPRD Kabupaten Malang," ungkap Kabag Ops Polres Malang, Kompol Sunardi Riyono, dalam memberikan arahan kepada personel.
Proses pengawalan logistik juga dilakukan dengan ketat. Di depan ada mobil Patwal, kemudian di belakangnya ada barisan motor anggota Polri dan TNI-AD truk pengangkut logistik, mobil anggota KPU dan Bawaslu, mobil Jatanras Satreskrim, disambung barisan motor anggota TNI-AD dan Polri dan kendaraan truk yang mengangkut personel. "Pengamanan ini kami lakukan, supaya logistik surat suara yang akan digunakan untuk Pleno KPU benar-benar aman. Tidak sampai ada kejadian apapun," jelas Sunardi. (agp/udi)