Prabowo Bikin Penumpang Gelap Gigit Jari


JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad buka-bukaan. Ia angkat bicara tentang  'penumpang gelap' yang masuk dalam barisan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat Pilpres 2019 lalu.
Penumpang gelap ini semula nampak mati-matian mendukung Prabowo selama Pilpres berjalan. Namun belakangan diketahui mereka hanya berusaha memanfaatkan Prabowo demi kepentingan pribadi.
Awalnya Prabowo memang percaya pada penumpang gelap ini. Namun Prabowo kemudian mengambil tindakan karena sadar telah dimanfaatkan secara sepihak.
"Soal penumpang gelap, bukan karena kita singkirkan. Prabowo jenderal perang, dia bilang sama kita 'kalau diadu terus, terus dikorbankan, saya akan ambil tindakan'. Enggak terduga dia banting setir dan orang-orang itu gigit jari," kata Dasco.
Meski begitu, Dasco tak mau menjelaskan lebih rinci siapa yang dimaksud para penumpang gelap ini. Yang jelas para penumpang gelap ini kecewa karena Prabowo telah melarang para pendukungnya menggelar aksi di Mahkamah Konstitusi saat sengketa Pilpres 2019 beberapa waktu lalu.
"Pertama di MK. Itu tidak disangka dan diduga Prabowo akan umumkan ke pendukungnya untuk tidak melakukan demo, enggak datang ke MK agar enggak terjadi hal-hal nggak diinginkan. Itu di luar dugaan, orang itu namanya penumpang gelap," kata Dasco.
Meski begitu, para penumpang gelap ini tetap berusaha menghasut Prabowo usai sidang MK selesai dan Jokowi ditetapkan sebagai pemenang. Kata dia, para penumpang gelap ini ingin Prabowo mengorbankan para ulama dan emak-emak.
"Sesudah MK masih ada yang ngomong sama Pak Prabowo 'Pak kalau mau rakyat marah, ulama dan emak-emak disuruh ke depan biar jadi korban, rakyat marah.' Pak Prabowo pikir, 'emang gue bodoh? Kan kasihan emak-emak, ulama mau dikorbankan'," kata Dasco.
Karena itu Prabowo pun langsung merancang strategi yang bisa membuat para penumpang gelap ini marah dan kecewa. Salah satu strategi itu adalah pertemuan Prabowo dengan Jokowi di Stasiun MRT pada awal Juli lalu.
"Untuk keutuhan NKRI, bukan mau minta menteri. Dirancanglah pertemuan rekonsiliasi secara diam-diam, senyap, tiba-tiba, untuk persatuan bangsa. Ketemulah dua tokoh itu di MRT," kata Dasco. (cni/van)

Berita Terkait