Ribuan APK Caleg Diturunkan Bawaslu


MALANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang melakukan penertiban ribuan Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar aturan, serentak di lima kecamatan Kota Malang, Rabu (6/3). Bawaslu memprediksi jumlah APK yang ditertibkan mencapai lima kali lipat dari bulan sebelumnya. Bulan sebelumnya Bawaslu hanya menertibkan 497 APK.
Pada penertiban yang ke empat ini, seharusnya angka penertiban semakin menurun. Karena Bawaslu selalu memberikan teguran kepada peserta pemilu. Bahkan sanksi yang terberatnya APK akan ditertibkan. Padahal penertiban ini jelas merugikan peserta pemilu, tetapi peserta tetap saja tidak mengindahkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 28 Tahun 2018.
Komisioner Bawaslu, Hamdan Akbar mengatakan, pihaknya memprediksi akan menertibkan sekitar 2500 APK pelanggar.
"Saya belum tahu angkanya berapa, tapi kalau di Kedungkandang saja mencapai 700 APK, di Klojen 600 APK. Mungkin kisaran di atas 2500 APK," kata Hamdan.
Karena terkendala jumlah SDM dan cuaca hujan, penertiban akan dilanjutkan hari ini. Menurut Ketua Bawaslu Kota Malang, Alim Mustofa, peningkatan ini terjadi karena peserta pemilu banyak yang tidak sadar.
"Perlu kesadaran semua pihak terutama peserta pemilu," ucap Alim. Selain itu, meningkatnya APK ini tidak hanya disebabkan oleh peserta pemilu. Alim menjelaskan bahwa peraturan dari pemerintah juga perlu dibenahi.
"Aturan yang dirumuskan pemerintah harus memperhatikan kebutuhan ruang sosialiasi kepada peserta," kata Alim. Ditambah lagi tidak adanya fasilitas penempatan ruang dari pemerintah juga disayangkan Alim. "Semua itu seharusnya dilakukan dengan mempertimbangkan estetika dan kesetaraan perlakuan kepada semua peserta pemilu," pungkasnya.
Untuk diketahui, APK yang ditertibkan adalah APK yang dipaku di pohon, diikat di tiang listrik, disekitar tempat ibadah, dan di sekolahan. (mg2/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :