Satu Lagi TPS Harus Lakukan Pemungutan Suara Ulang


MALANG – TPS yang bermasalah saat pelaksanaan Pemilu 17 April lalu makin bertambah. Satu lagi TPS akan melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di Kota Malang, yakni di TPS 17 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen. Di TPS ini terjadi perselisihan jumlah pemilih, sehingga Bawaslu merekomendasikan untuk melakukan PSU.
Sebelumnya, KPU Kota Malang sudah menetapkan dua TPS, yakni TPS 14 Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen dan TPS 9 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing Kota Malang untuk melakukan PSU. Rencananya, PSU akan dilaksanakan pada Kamis (25/4) mendatang.
"Kami sudah memanggil KPPS dan PPS terkait hal tersebut. Kami siap menjalani PSU sesuai rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)," kata  Ketua KPU Kota Malang, Zaenudin kepada Malang Post, kemarin.
Menindaklanjuti rekomendasi dari Bawaslu, pihaknya akan melakukan PSU pada Kamis (25/4) mendatang. "Secara teknis, kami harus mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk penyediaan logistik," jelas dia.
Terkait pengajuan surat suara ke KPU RI, lanjut dia, hanya untuk pemilihan presiden, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPD RI. Sedangkan untuk surat suara DPRD Kota sudah ada di KPU Kota Malang. "Surat suara yang ada PSU-nya itu hanya ditingkat kota saja. Untuk empat pemilihan yang lain itu ada di KPU RI. Makanya kami selalu melaporkan kepada KPU RI melalui KPU Provinsi terkait dengan kebutuhan surat suara," terangnya.
Untuk jenis logistik lainnya, pihaknya masih menunggu keputusan dari KPU Provinsi Jatim. Begitu juga dengan kebutuhan sejumlah formulir yang dibutuhkan. Sebab, pencetakan formulir merupakan wewenang KPU Provinsi. "Kalau formulir-formulir, kami juga menunggu. Apakah nanti akan dikirim oleh KPU Provinsi karena pengadaan formulir itu domainnya KPU Provinsi, atau kami diperintahkan mencetak sendiri terkait formulir," ujar dia.
Sampai saat ini, jumlah total DPT yang harus pemungutan suara ulang masih belum diketahui. Pihaknya harus membuka kotak suara untuk mengambil form C7 atau absensi di tiga TPS yang akan melakukan pemungutan suara ulang. Pembukaan kotak suara itu akan disaksikan oleh Bawaslu Kota Malang. "Belum update, karena hari ini teman-teman kami suruh untuk buka kotak bersama Bawaslu untuk mengambil C7 atau absensi. Sehingga, nanti bisa mendeteksi jumlah DPT, berapa DPTb dan berapa DPTb yang bermasalah serta DPK berapa," terangnya.
Sementara itu Ketua Bawaslu Kota Malang, Alim Mustofa menambahkan, PSU tersebut dilakukan lantaran ada pemilih yang mendapat surat suara tidak sesuai. Seperti warga luar Kota Malang yang tetap mendapatkan lima surat suara, akibat kelalaian petugas. "Kami mendapatkan data berdasarkan hasil inventarisir di kecamatan. Rata-rata karena adanya pemilih tambahan menggunakan e-KTP dan juga jumlah surat suara yang diberikan tidak sesuai," papar dia.
Terkait potensi tambahan adanya PSU di tempat lain, pihaknya masih belum bisa memberikan banyak komentar. "Masih belum tahu, kami masih lakukan rapat inventarisir di kecamatan," tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :