Demokrat Ngotot Siapkan Calon Sendiri

 
MALANG - Situasi politik Kota Malang jelang pendaftaran pasangan calon satu minggu lagi masih dinamis. Dua nama kuat sudah muncul dan digadang akan berduel yakni petahana H Moch Anton dan pendatang baru Dr Ya’qud Ananda Gudban. Meski begitu, sampai detik terakhir pendaftaran nanti, jumlah sosok petarung dalam Pilkada 2018 masih bisa bertambah atau bahkan berubah.Kemungkinan adanya pendatang baru lain masih mungkin terjadi. Pasalnya terdapat beberapa parpol yang belum menentukan sikap. Salah satunya datang dari Partai Demokrat Kota Malang. Ketua DPD Partai Demokrat Kota Malang Arif Darmawan menjelaskan pihaknya sudah hampir rampung mengeluarkan manuver. 

Harus Memunculkan Pertarungan Hebat


MALANG - Pertarungan bakal calon wali kota dalam Pilkada Kota Malang 2018 mendatang sangat penting bagi Kota Malang. Sosok-sosok yang mulai muncul dengan kekuatan besar diharapkan menjadi pesaing yang baik bagi petahana, sehingga pertarungan dalam Pilkada Kota Malang tahun depan berbobot dan memunculkan harapan baru bagi masyarakat.
Inilah yang menjadi poin penting dalam situasi politik terkini di Kota Malang. Pengamat Politik Universitas Brawijaya (UB) Wawan Sobari PhD menegaskan, Pilkada Kota Malang harus dilalui dengan pertarungan hebat.“Karena seperti yang sering saya katakan. Pilkada saat ini mencari perubahan dan solusi yang dihadapi masyarakat, bukan lagi program-program charity atau program populis seperti yang dulu-dulu. Maka kemunculan sosok baru akan sangat berarti,” papar Wawan kepada Malang Post.

Anton: PDI-P Bermanuver, Sah-Sah Saja


MALANG – Ketua DPC PKB Kota Malang Mochamad Anton angkat bicara tentang manuver politik PDI-Perjuangan. Menurut Anton, dinamika partai mayoritas di parlemen dengan 11 kursi, yang menggandeng Ya’qud Ananda Gudban politisi Hanura adalah hal yang biasa dalam percaturan politik.
“Itu proses politik, sah-sah saja,” kata Abah Anton usai menghadiri dzikir pengajian di halaman depan Polres Makota kepada wartawan.
Menurut wali kota yang berdomisili di Tlogomas tersebut, manuver PDI-P jelang Pilkada 2018 adalah hal yang tidak aneh. Bahkan menurutnya, PDI-P seharusnya menjadi partai yang sangat aktif jelang Pilkada 2018 dengan basis suara yang besar.

Berita Terkait

Berita Lainnya :