Anton Tambah Amunisi dari Nasdem

 
MALANG - Entah skenario apa yang dimainkan petahana H Moch Anton jelang Pilkada 2018. Sempat melontarkan keinginan maju sebagai calon independen, lalu menginginkan pendamping dari kalangan milenial,  kali ini pria yang akrab disapa Abah itu kembali membuat langkah anti mainstream. 
Dia membawa calon pendamping sendiri saat mendapatkan rekom dari Partai Nasdem. Hal ini terlihat dari munculnya rekomendasi dari DPP Partai Nasdem, kemarin. Isi surat rekomendasi ini menyebutkan, DPP Partai Nasdem menyetujui H Moch Anton bersama pendampingnya Syamsul Machmud sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang akan diusung Nasdem.Syamsul adalah Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Malang dan Wakil Bendahara DPC PKB Kota Malang. Selama ini, nama Syamsul tidak pernah muncul sama sekali dalam bursa nama bakal calon wakil wali kota (bacawawali). Dalam pendaftaran di DPC PKB Kota Malang pun, tak ada namanya. 

Verifikasi Administrasi Parpol : Kota Batu Terbanyak, Malang Paling Sedikit


MALANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malang Raya telah menyatakan berkas sejumlah Parpol Memenuhi Syarat (MS). Selanjutnya KPU bakal melakukan verifikasi faktual terhadap sejumlah parpol tersebut. Dari tiga daerah, jumlah Parpol yang MS di Kota Malang paling sedikit, Batu paling banyak. (Lihat grafis, Red)
KPU Kota Malang menyatakan terdapat 12 partai politik sudah dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) penelitian administrasi syarat keanggotaan parpol. Hal ini disampaikan Komisioner KPU Kota Malang Fajar Santosa, SH MH Selasa (12/12). Ia menjabarkan 12 partai tersebut adalah PPP, PKB, PDI Perjuangan, Demokrat, Gerindra, Nasdem, PKS, Golkar, Hanura, Berkarya, Perindo dan PSI.

Sutiaji Butuh Tiga Jurus Politik

MALANG - Keberanian Drs. H. Sutiaji menyatakan wajib N1 dalam Pilkada Kota Malang tahun depan, menarik perhatian Partai Politik (Parpol) non koalisi. Nama Sutiaji maish diperhitungkan di kalangan partai-partai yang belum tergabung dalam koalisi. Namun, pakar politik menegaskan, jika ingin mengalahkan elektabilitas H. Moch. Anton, Sutiaji harus terapkan tiga jurus politik. (Grafis, Red)
Ya, majunya Sutiaji sebagai Bakal Calon Wali Kota Malang, dianggap sangat memungkinkan oleh pengamat politik Universitas Muhammadiyah Malang Dr. Asep Nurjaman, M.Si saat dikonfirmasi Malang Post.

Ia menyebutkan dalam titik situasi politik Kota Malang saat ini, tidak ada yang tidak mungkin terjadi. Menurut Asep, Sutiaji secara umum di pandangan publik Kota Malang sudah dikenal dan dianggap sudah memiliki kemampuan memimpin yang mumpuni. Akan tetapi perlu energi yang besar.

Berita Terkait

Berita Lainnya :