Djanur Optimis Persebaya Juara


SURABAYA - Djadjang Nurdjaman tampaknya berjodoh dengan turnamen Piala Presiden. Dia selau membawa timnya menembus semifinal di ajang ini selama empat tahun berturut-turut. Sekarang, Djadjang memburu gelar keduanya di turnamen ini.
Djadjang pernah menjuarai Piala Presiden bersama Persib Bandung. Sekarang, setelah membawa Persebaya Surabaya lolos ke semifinal, Djadjang ingin membawa pulang trofi itu ke Kota Pahlawan.
“Catatan saya pribadi adalah selama empat tahun berturut-turut selalu memasuki semifinal. Saya ingin melaju terus. Mudah-mudahan bisa juara bersama Persebaya,” ucap pelatih asal Majalengka itu.
Persebaya lolos ke semifinal setelah mengalahkan PS Tira Persikabo dengan skor 3-1, Jumat (29/3) sore. Walaupun menang selisih dua gol, rapor permainan Persebaya penuh dengan catatan miring. Terutama pada babak kedua.
“Kami unggul segalanya di babak pertama. Tetapi kami mengendur pada babak kedua. Pemain tengah kami terlalu mundur jauh di belakang. Sehingga ditekan lawan. Mereka lebih agresif sehingga kami lebih banyak ditekan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, pelatih yang akrab disapa Djanur itu mengakui bahwa pertandingan melawan Tira Persikabo memang berat. “Memenangkan pertandingan melawan mereka bukan persoalan mudah. Kami memasukkan pemain pengganti yang pas,” tutup Djanur.
Djadjang Nurdjaman juga membantah tudingan miring tentang dua gol terakhir tim asuhannya ke gawang PS Tira Persikabo yang dicetak Damian Lizio dan Amido Balde. Djadjang menegaskan bahwa dua gol itu bersih dan sah.
Gol kedua dan ketiga Persebaya memang menimbulkan perdebatan. Pada gol kedua, tampak Osvaldo Haay dijatuhkan Abduh Lestaluhu dan Vava Mario Yagalo di kotak terlarang pada menit ke-87. Wasit pun menunjuk titik putih.
“Saya juga tidak mengerti apa yang terjadi pada mereka. Osvaldo diinjak kaki kirinya. Sehingga tidak ada masalah dengan penalti itu,” ujar Djadjang Nurdjaman.
Gol ketiga Persebaya yang lahir pada menit ke-91 juga menjadi soal. Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan (RD) menilai wasit tidak jeli. Sebab ada pelanggaran yang dilakukan Hidayat kepada salah seorang pemainnya.
Djanur - sapaan Djadjang, mematahkan tudingan RD. “Hidayat mengambil bola dengan bersih. Dia merebut dan langsung long pass ke Ofan (Oktafianus Fernando). Saya tidak melihat ada kesalahan dari wasit,” jelas Djanur. (jpc/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :