Macan Kumbang Tumbang di Kandang

 
MALANG – Hasil buruk diraih Metro  FC saat menghadapi Persigo Semeru FC dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Kanjuruhan, kemarin sore. Bermain di kandang sendiri, Andrianto dkk dipermalukan dengan skor cukup telak 0-3 (0-3). 
Adalah mantan pemain Persema Malang, Reza Mustofa Ardiansyah yang menjadi mimpi buruk bagi tim berjuluk Macan Kumbang itu. Pemain bernomor punggung 10 yang diplot menjadi striker tunggal, melesakkan dua gol di menit 15 dan 19. Satu gol lainnya dicetak oleh Feri Firmansyah, di menit 28. Bahkan di menit 77, pemain asal Lumajang itu nyaris menambah golnya lewat tendangan pinalti. Namun tendangan kerasnya berhasil digagalkan penjaga gawang Karyawan Yudik Raharjo.
Formasi 3-5-2 yang diterapkan Pelatih Persigo Semeru FC Putut Wijanarko, cukup ampuh. Dengan mengandalkan kecepatan pemain sayap kanan dan kiri, Semeru FC bisa mengacak-acak pertahanan Metro FC. Dua gol Reza Mustofa, juga berkat kerjasama yang cantik antar pemain. Sedangkan satu gol lagi, bola tendangan sudut  Feri langsung masuk ke gawang Metro FC.
Pada pertandingan yang dipimpin wasit Ali Mustofa dari Denpasar, Pelatih Metro FC Siswantoro banyak melakukan perbuhan pemain. Terutama lini belakang, nama-nama seperti Pendik, M Yasin tidak ada pada susunan line up. Justru Teguh Yofi Widianto dan pemain tengah Jayus Hariono, diturunkan sebagai pemain belakang.
Begitu juga dengan penjaga gawang Karyawan Yudik Raharjo, hanya bermain 20 menit dan digantikan Effendi Dwi Cahyono yang selama ini menjadi langganan pemain pengganti. Lini depan Siswantoro memasang tiga striker, yakni Setyo Adhi Prastowo, Andrianto dan pemain anyar Kushedya Hari Yudo.
Selama babak pertama, Metro FC justru banyak tertekan oleh pemain lawan. Kesalahan yang terjadi di lini tengah dan belakang, dimanfaatkan betul oleh Reza Mustofa dkk, hingga bisa mencuri tiga gol. Sedangkan Metro FC juga beberapa kali melakukan serangan, namun peluang yang ada selalu gagal dimanfaatkan.
Di babak kedua, menit 46 Persekam Metro FC sebetulnya bisa mengejar ketertinggalan. Setelah wasit memberikan hadiah pinalti, karena Andrianto dilanggar di kotak pinalti. Namun eksekusi yang dilakukan Setyo Adhi Prastowo, bisa digagalkan oleh penjaga gawang Semeru FC, Mohammad Pujiantoro.
Pada menit ke-73, petaka kembali harus diterima Metro FC. Tertinggal 0-3, terpaksa harus bermain dengan 10 pemain. Setelah Andrianto diusir oleh wasit dengan memberikan kartu merah, karena mendapatkan kartu kuning kedua.  Namun sampai peluit akhir pertandingan, kedudukan tetap 0-3 tidak berbah untuk kemenangan Semeru FC.
“Kami sangat bersyukur bisa menang. Sangat luar biasa bisa menang di kandang lawan. Dengan begitu, maka peluang untuk lolos babak 16 besar sangat terbuka lebar. Anak-anak kami minta bermain enjoy tanpa beban. Alhamdulillah di lapangan pemain bisa menerapkan strategi dan instruksi yang saya berikan,” terang Putut Wijanarko.
Sementara itu Pelatih Persekam Metro FC, Siswantoro, mengaku tidak bisa bicara banyak dengan kekalahan di kandang. Secara terang-terangan, ia mengakui kekalahan dari Semeru FC. Pemainnya dianggap bermain kurang penuh semangat dan sering kali melakukan kesalahan yang seharusnya tidak perlu terjadi.
“Tiga gol yang bersarang ke gawang itu, murni adalah kesalahan kami sendiri. Pemain bermain kurang tenang dan sabar,” tutur Siswantoro.
Sebelumnya, managemen dan pelatih sudah memberikan motivasi kepada pemain untuk  bangkit. Tetapi faktanya, pemain masih belum terlihat bersemangat. “Sebenarnya lawan tidak begitu istimewa. Tetapi memang sore ini (kemarin, red) kami kurang beruntung saja,” ucapnya.(agp/jon)

Berita Lainnya :