Menang Besar, Final Dini Lawan Malaysia


KUALA LUMPUR - Tak hanya mengusung misi menang, Timnas Indonesia U-22 juga punya misi lain. Yakni menikmati pertandingan melawan Kamboja U-22 (siaran langsung SCTV pukul 15.00 WIB sore ini). Jika Thailand v Vietnam saling bunuh, maka Indonesia lolos semifinal dan langsung final dini dengan Malaysia.
Ya, urutan klasemen ditentukan jumlah poin, selisih gol, jumlah gol, jumlah kartu kuning dan merah, terakhir pengundian. Di Grup A, Malaysia dan Myanmar sudah pasti lolos. Malaysia masih bisa menjadi juara grup jika menang melawan Laos, Rabu (23/8) semalam. Dengan asumsi Indonesia runner up, dan Malaysia juara grup, maka dua tim bisa langsung bertemu. Sebab skema semifinal bisanya saling silang. Namun, sekali lagi, itu bisa terjadi jika Indonesia menundukkan Kamboja dan di laga lain, Thailand dikalahkan Vietnam. (Lihat grafis, Red)
Selain menang lawan Kamboja, Timnas bisa langsung menjadi juara Grup B jika menang atas Kamboja dengan selisih 8 gol. Sedangkan Thailand bermain imbang dengan Vietnam. Ini dengan perkiraan poin akhir, Indonesia 11 poin dengan agregat gol 13-1. Vietnam 11 poin, agregat gol 12-1 dan Thailand   11 poin dengan agreget 7-1.
Indonesia juga bisa lolos sebagai runner up, jika menang atas Kamboja, 1-0 atau lebih dari itu, sedangkan Vietnam mengalahkan Thailand. Jika demikian, maka perkiraan poin akhir. Vietnam 13 poin agregat gol 13-1, Indonesia 11 poin agregat gol 6-1 dan Thailand 10 poin agregat gol 7-1.
Bagaimana jika Thailand mengalahkan Vietnam? Indonesia masih bisa lolos semifinal. Asalkan menang atas Kamboja, 1-0 atau lebih dari itu. Jika demikian, perkiraan poin akhir, Thailand 13 poin agregat gol 8-1, Indonesia 11 poin agregat gol 6-1 dan Vietnam 10 poin agregat gol 12–2.
Namun yang paling menegangkan justru ketika Vietnam dan Thailand bermain imbang 0-0. Tentu poin tiga tim bakal sama 11, ini dengan asumsi Indonesia juga menumbangkan Kamboja. Jika ini terjadi, maka Indonesia wajib menang dengan selisih tiga gol Kamboja (3-0, 4-1, dst). Perkiraan poin akhir, Vietnam 11 poin agregat gol 12-1, Indonesia 11 poin agregat gol 8-1 dan Thailand   11 poin agregat gol 7-1.
Sebaliknya, Indonesia gagal lolos ke semifinal, jika gagal menang atas Kamboja. Indonesia juga bisa pulang kampung, jika hanya menang dengan selisih satu gol atas Kamboja sedangkan Vietnam dan Thailand bermain imbang. Lantas bagaimana jika Indonesia menang 2-0 atas Kamboja, apakah bisa lolos? Jawaban tidak, jika Thailand dan Vietnam bermain imbang dengan mencetak gol (1-1, 2-2, dst).
Maka secara umum, Garuda Muda butuh kemenangan minimal dengan selisih tiga gol atas Kamboja. Pelatih Indonesia, Luis Milla menegaskan bahwa timnya harus tetap fokus menghadapi laga terakhir melawan Kamboja.
Di atas kertas, kualitas permainan Indonesia lebih baik ketimbang Kamboja. Selain itu, Kamboja merupakan tim pesakitan dengan empat kali kekalahan beruntun. Total, gawang Kamboja sudah 10 kali kemasukan.
Berbeda dengan sebelumnya, Milla mengajak para pemain sharing para pemain sebelum latihan di Padang Kelab Aman kemarin (23/8). ”Coach Milla minta pemain jangan surut semangat, dan semua bertekad untuk terus berjuang di laga besok (hari ini, Red),” kata Bima Sakti asisten pelatih Garuda Muda.
Kamboja memang menjadi salah satu tim yang tidak diunggulkan. Mereka selalu tampil inferior di Asia Tenggara. Namun, sekali lagi, sepak bola buka matematika. Artinya Garuda Muda patut waspada akan segala kemungkinan pada laga nanti sore.
Menurut Bima, Milla pun meminta pemainnya untuk menikmati permainan. “Yang penting bagaimana mencetak gol pertama, kedua dan gol ketiga, baru mikir pertandingan yang lain,” bebernya.
Lebih lanjut, menurut Milla, Kamboja merupakan tim yang cukup solid. Sepanjang pertemuan Indonesia dengan Kamboja, Garuda Muda selalu tampil mendominasi. Termasuk saat menggulung Kamboja dengan skor 6-1.
Sementara itu, Kamboja yang kini dilatih pelatih Brasil, Leonardo Vittorino punya kepercayaan diri yang lebih di awal kompetisi. Namun, kekalahan 0-2 dari Filipina membuat konfidensi mereka ambruk.
Vitorino yang sempat menukangi Buriram United B menjelaskan bahwa laga terakhir melawan Indonesia jelas tidak akan mudah. Apalagi di SEA Games kali ini, Kamboja menerapkan pola permainan baru yang diusung Vitorino.
Yakni memainkan tiga gelandang bertahan di lini tengah mereka. ”Makanya mereka juga banyak melakukan kesalahan,” sebutnya. Menghadapi Indonesia pelatih 43 tahun itu bakal mewaspadai pergerakan kedua sayap Garuda Muda yang cukup cepat.(nap/irr/jpg/ary)

Berita Lainnya :