Pertaruhan Gengsi, Egy Perkuat Tim


SIDOARJO – Timnas Indonesia U-19 bertemu musuh bebuyutan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (12/7) malam ini. Ya, Timnas Malaysia U-19 jadi lawan di babak semifinal Piala AFF U-19 2018. Bukan hanya berebut tiket final, pertemuan ini juga mempertaruhkan gengsi kedua tim. Tensi pertandingan selalu tinggi ketika Timnas kedua negara ini bertemu.
Malaysia U-19 bermain cukup gemilang di Grup B. Bagaimana tidak, dari empat laga yang dijalani, anak asuh Bojan Hodak itu tak terkalahkan dengan meraih tiga kali kemenangan dan sekali hasil imbang.
Timnas Indonesia U-19 lolos sebagai runner-up Grup A setelah pada laga terakhir Senin (9/7), dipaksa menyerah oleh Thailand dengan skor 1-2. Thailand menjadi juara grup A dengan mengantongi 13 poin, unggul satu poin atas Indonesia. Laga diprediksi berjalan ketat hingga 90 menit terakhir.
Duel ini juga menjadi tekad balas dendam setelah Malaysia U-19 sukses membenamkan Indonesia dalam partai pamungkas Grup F Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 November tahun lalu. Kala itu Indonesia dibantai 4-1. Tentunya mereka akan memanfaatkan dukungan suporter untuk bisa melaju ke final.
Kapten Timnas Indonesia U-19, Nurhidayat Haji Haris tidak pernah absen dengan selalu tampil penuh dalam lima pertandingan terakhir. Ini menggambarkan pentingnya peran pemain Bhayangkara FC ini di lini belakang Indonesia U-19. Tampil lugas tanpa kompromi ini bisa jadi andalan Indonesia meredam lini depan Malaysia.
Sedangkan Muhammad Akhyar Abdul Rashid adalah pemain paling berbahaya dari kubu Malaysia U-19. Pemain yang dapat berposisi sebagai gelandang maupun penyerang ini tercatat sudah mencetak dua gol. Ia juga sangat berpengalaman di timnas, tak hanya junior namun juga senior. Tentunya ini harus diwaspadai oleh pemain belakang timnas Indonesia. Dia juga pernah membobol gawang timnas U-19 dua kali pada kualifikasi Piala Asia U-19, tahun lalu.
Pelatih Timnas U-19 Indonesia, Indra Sjafri tak mau main-main di babak semifinal. Indra akan menyiapkan komposisi terbaik agar target mengulang kesuksesan di Piala AFF U-19 lima tahun silam bisa terwujud. Dan sedikit banyak, ia sudah punya gambaran siapa saja yang layak diberi tanggung jawab sebagai starter.
"Lima pertandingan di penyisihan grup cukup banyak. Nanti akan terlihat siapa sebelas terbaik di semifinal nanti," ungkap Indra.
Indra sudah memberikan kesempatan kepada 22 pemainnya sepanjang babak penyisihan grup, di luar Egy Maulana Vikri yang belum bergabung. Sehingga sudah dirasa cukup untuk menilai siapa yang layak starter di semifinal.
"Pasti kita tim pelatih punya catatan para pemain di setiap posisi," tegas mantan pelatih Bali United ini.
Pada  semifinal, kekuatan Indonesia dipastikan akan bertambah seiring kepulangan Egy Maulana Vikri dari Polandia. Egy kemungkinan bisa langsung menjalani persiapan sehari sebelum melawan Malaysia. Bahkan dalam sebuah wawancara dengan Indra, Egy mmemang disiapkan untuk pertandingan semifinal. Mengingat ia baru tiba di Sidoarjo, Selasa (10/7) malam ini.
Pelatih Timnas U-19 Malaysia, Bojan Hodak memberi perhatian serius kepada penyerang Timnas U-19 Indonesia, Egy Maulana Vikri yang baru kembali dari Polandia. Dia juga tidak peduli apakah pemain yang baru dari Polandia itu turun atau tidak menghadapi timnya.
Selain Egy, dua pemain lain yang dinilai perlu diwaspadai adalah Saddil Ramdani dan Todd Rivaldo Ferre yang cukup mencuri perhatian sepanjang penyisihan grup. Ketiga pemain tersebut jadi atensi karena perannya di lini serang tim Garuda Nusantara. Sehingga Hodak merasa perlu mengistruksikan anak asuhnya untuk menjaga ketat tiga pemain tersebut.
"Indonesia punya beberapa pemain bagus, Egy Maulana Vikri, Todd Rivalso Ferre, dan Saddil Ramdani. Mereka pemain bertipikal menyerang," ungkap Bojan Hodak.
"Apalagi pelatih Indonesia, coach Indra Sjafri adalah pelatih dengan tipikal  sepak bola menyerang," imbuhnya. (sep/bol/feb/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :