Segala Cara Demi Poin Tiga

 
BALI – Tak kunjung menuai hasil positif, memaksa manajemen dan tim pelatih Persekam Metro FC melakukan segala cara. Khususnya dalam menyiapkan tim berjuluk Macan Kumbang ini menantang tuan rumah PS Badung dalam pertandingan lanjutan grup 7 Liga 2 Indonesia, di Stadion Gelora Samudra, Kabupaten badung, Bali, sore ini.
Menurut Pelatih Persekam Metro FC, Siswantoro, persiapan timnya lebih kepada mental pemain.  Lantaran dari dua kekalahan beruntun saat lawan Persekap Pasuruan dan Persigo Semeru FC, diakuinya karena faktor mental. Kepercayaan diri Hermawan dkk tidak terlihat, lantaran mental bertanding mereka down. 
“Padahal bermain sepakbola tidak sekadar memiliki tehnik dan skill saja, tetapi harus juga mental yang bagus. Secara tehnik, permainan anak-anak sudah bagus. Bahkan, saat latihan sangat percaya diri, namun ketika pertandingan resmi, mentalnya langsung menurun. Inilah yang terus kita bangkitkan agar kepercayaan diri pemain kembali,” jelasnya.
Pelatih yang juga mantan pemain Arema ini, terus memberikan motivasi kepada Setyo Adhi Prastowo dkk, baik saat latihan ataupun sedang santai. Ia menekankan kepada pemainnya untuk percaya diri, menguasai bola dan bermain lepas sesuai dengan instruksi pelatih. Segala cara menurutnya sudah dilakukan agar pemainnya tidak nervouse.
Diantaranya dengan melakukan pendekatan pada tiap pemain. Termasuk pendekatan melalui kapten tim dan pemain senior. Bahkan sebelum melawat ke Bali, manajemen juga mendatangkan Ovan Tobing sebagai motivator. Bung Ovan berpesan agar pemain bermain dengan hati. Pemain harus merasa memiliki dan membesarkan tim Persekam Metro FC.
“Mengembalikan dan membangkitkan mental dan kepercayaan pemain tidak mudah. Namun mudah-mudahan besok sore (sore ini, red) pemain bisa bermain seperti saat latihan, sehingga pulang membawa poin penuh,” ujar Siswantoro meminta pemainnya untuk tidak nervous menghadapi tuan rumah yang bakal tampil ngotot raih kemenangan.
Bagi Persekam, raigan tiga poin menjadi penting untuk menentukan tim kebanggaan Kabupaten Malang ini bisa bertahan di Liga 2 Indonesia musim depan. Jika sampai tergelincir atau menelan kekalahan, maka posisi Metro FC di peringkat empat bakal digeser PS Bandung, dan itu semakin mendekatkan pada jurang degradasi. 
Misi Metro FC raih poin penuh ini tentunya tidak mudah. Selain faktor mental pemain yang pasang surut, kondisi tim juga tidak bisa tampil full team. Dua pemain inti Metro FC, Hermawan dan Andrianto harus absen karena akumulasi kartu. Andrianto mendapat kartu merah saat lawan Persigo Semeru FC, sedangkan Hermawan akumulasi kartu kuning.
Tidak hadirnya Hermawan ini, membuat lini belakang Metro FC cukup mengkhawatirkan. Lantaran tinggal menyisakan Wachid Abdurrahman dan Aji Sapto, yang berposisi sebagai stopper. Sedangkan M Yasin, yang sejatinya juga berposisi stopper kondisinya baru sembuh dari sakit cacar air.  Lalu Gedhong Tangguh Pambudi, pemain belakang yang gabung putaran kedua ini, meninggalkan tim tanpa pesan.
 “Soal Gedhong, silahkan tanya saja pada managemen. Namun kami akan memaksimalkan pemain yang ada di lini belakang. Semoga saja, pemain pengganti tidak ada masalah,” terang Siswantoro yang memiliki Yogi Prayogo menggantikan Andrianto. Apalagi selama putaran pertama sebelum hadirnya Andrianto, Yogi juga selalu menjadi andala di lini depan.  “Termasuk juga masih ada M Irfan, yang juga memiliki kecepatan,” katanya. 
Tidak hanya urusan non teknis, secara teknis, Siswantoro menyiapkan strategi baru menghadapi PS Badung. Salah satunya dengan menghidupkan permainan di lini tengah. Ia meminta pemainnya untuk lebih banyak menguasai bola dan bermain dengan dua kali sentuhan. 
Selain itu, pemain diminta tidak terburu-buru melakukan serangan. Pemain harus menunggu untuk melakukan counter attack. Termasuk tidak terpancing dengan permainan keras lawan, serta menghindari pelanggaran di dekat kotak pinalti.
“Pastinya ada strategi baru yang kami terapkan. Pemain kami minta untuk bermain lepas tanpa beban, sekaligus lebih banyak menguasai bola. Ketika ada kesempatan melakukan serangan, harus benar-benar dimanfaatkan untuk menjadi gol,” urainya. (agp/bua)

Berita Lainnya :