AXA Malang Masih Rapat Jajaran


Kasubbag Pengawasan Pasar Modal dan IKNB, Indrawan Nugroho membenarkan soal pencabutan izin dan merger ALI - AFI. Pencabutan izin tersebut dilakukan sesuai dengan Pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian. Pasal tersebut mengatur bahwa setiap pihak hanya dapat menjadi pemegang saham pengendali pada satu perusahaan asuransi jiwa, satu perusahaan asuransi umum, satu perusahaan reasuransi, satu perusahaan asuransi jiwa syariah, satu perusahaan asuransi umum syariah dan satu perusahaan reasuransi syariah atau single presence policy.
Dengan adanya peraturan tersebut, OJK meminta kepada National Mutual International Pty. Ltd. sebagai pemegang saham pengendali PT AFI dan PT ALI. Sehingga, perusahaan tersebut wajib mengikuti ketentuan single presence policy karena menjadi pemegang saham pengendali di dua perusahaan asuransi jiwa tersebut.
“Jadi, intinya kedua perusahaan asuransi jiwa tersebut merger, melebur jadi satu. PT. AXA itu terbagi tiga, ada AXA Life, AXA Finance dan AXA Mandiri. Bedanya, AXA Mandiri dia joint venture dengan Mandiri. Sementara AXA Finance dan AXA Life kurang lebih fungsinga sama, terkait asuransi,” papar pria yang akrab disapa Nugroho tersebut.
Nugroho menuturkan, penggabungan kedua perusahaan tersebut, telah diajukan kepada OJK melalui sebuah surat tanggal 2 Oktober 2017 dan mulai berlaku secara efektif sejak 1 November 2017.
“Sehingga, seluruh kegiatan usaha, operasional, modal, aset, izin, karyawan serta kewajiban termasuk kewajiban kepada pemegang polis dari PT ALI telah beralih demi hukum kepada PT AFI, dan seluruh pemegang saham PT ALI menjadi pemegang saham PT AFI. Jadi, nasabah tidak perlu khawatir,” ungkap dia.
Kemudian, terkait dengan pengalihan kontrak asuransi, PT ALI telah memberitahukan kepada setiap pemegang polis. Terhitung sejak tanggal efektif berlaku, penggabungan seluruh hubungan hukum dalam kontrak asuransi antara PT ALI dan pemegang polis beralih kepada PT AFI, serta tidak ada perubahan terkait dengan manfaat, besaran premi atau ketentuan khusus untuk masing-masing produk asuransi milik PT ALI sebagai akibat dari penggabungan tersebut.
“Hal tersebut juga tidak berpengaruh terhadap proses bisnis dan pertanggungan asuransi pada kelompok usaha asuransi AXA Group yang lain. Seperti PT AXA Mandiri Financial Services, PT Mandiri AXA General Insurance dan PT Asuransi AXA Indonesia,” lanjut dia.
Untuk wilayah kerja OJK Malang, pihaknya sejauh ini mengaku masih belum menerima laporan terkait jumlah nasabah yang dimiliki oleh PT. AXA Life. Pasalnya, tugas pengawasan tersebut dilakukan oleh Kantor Pusat OJK.
“Sementara yang di daerah, hanya bertugas untuk memberikan edukasi terkait perlindungan konsumen, penetrasi terkait industri sektor keuangan dan juga menerima pengaduan masyarakat,” tandas dia.
Sementara itu, Malang Post mencoba menelusuri kantor PT. AXA yang ada di sekitar wilayah Malang. Berdasarkan informasi yang diperoleh, alamat kantor tersebut ada di sekitar Jalan Karya Timur, Ade Irma Suryani, Jalan Semeru hingga Jalan Panglima Sudirman. Ketika ditelusuri, kantor yang terletak di Jalan Semeru dan Ade Irma Suryani tidak berhasil ditemukan. Sementara, kantor yang ada di kawasan Jalan Karya Timur sudah tutup dan kosong. Nomor kontak kantor yang tercantum sudah dihubungi dan tidak mendapat respons apapun.
Kemudian, Malang Post mendatangi kantor PT. AFI yang terletak di Jalan Panglima Sudirman sekitar pukul 11.00. seorang resepsionis berambut panjang dan berkacamata mengatakan ada rapat jajaran manajemen hingga pukul 14.00. Kemudian, sekitar pukul 14.30, Malang Post kembali datang lagi. seorang laki-laki bertubuh kurus, berjenggot dan memakai pakaian kotak-kotak mengatakan bahwa rapat jajaran manajemen masih belum selesai dan ia mengaku tidak tahu selesainya sampai kapan.
Selain itu, Malang Post juga berusaha mencari informasi melalui Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) namun lagi-lagi nihil. Menurut informasi yang didapat, PT. AFI tidak masuk sebagai anggota dalam forum komunikasi tersebut.(ica/tea/ary)