Klaim Asuransi Disebut Makin Sulit


MALANG - Heboh pencabutan izin usaha PT. AXA Life Indonesia (ALI) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rupanya karena merger dengan PT AXA Financial Indonesia (AFI). Sejumlah pengguna asuransi, menyebut kekhawatiran bahwa merger itu bakal membuat klaim asuransi kian sulit. Belum ada kepastian dari AXA terkait prosedur klaim asuransi pasca mergernya perusahaan tersebut, hingga Senin (5/2).
Klaim menjadi hal paling penting dari kepesertaan asuransi. Tidak sedikit warga merasa pesimis terhadap layanan jasa asuransi. Terlebih pada proses klaim yang panjang sampai mengakibatkan klaim tidak sesuai dengan nilai yang diharapkan. Salah seorang pengguna jasa asuransi PT AXA, Agung Pribadi menjelaskan ia harus mencabut asuransinya padahal baru satu bulan bergabung.
“Awalnya hanya mau tanya-tanya soal asuransi saat itu saya di Bank Mandiri di Batu mau buka rekening baru. Saat tanya tentang asuransi saya diarahkan ke sales AXA Mandiri disana. Saya tertarik dan akhirnya saya gabung,” tutur Agung yang bergabung dengan asuransi PT AXA pada Maret 2016 lalu.
Ia menjelaskan bahwa dirinya mengikuti program asuransi biasa yang hanya mengambil sebesar Rp 600 ribu tiap bulannya dari rekening tabungan. Dalam perjalanannya, ia merasa ragu karena mendapat kabar dari seorang kawan bahwa PT AXA akan merger.
Agung mengakui dirinya memang sudah mendengar kabar merger PT AXA dengan perusahaan lain. Keraguan semakin meningkat karena dirinya takut bahwa uang yang ia tabung dalam bentuk asuransi akan sulit diklaim.
“Ditambah saya dengar dari banyak tema kalau jasa asuransi swasta agak ribet klaim-klaimnya. Saya disuruh untuk pakai BPJS saja. Akhirnya bulan depannya saya langsung cabut asuransi ke sana,” tandas pria lulusan Sarjana Komunikasi ini.
Dari uang Rp 600 ribu yang ia tabung sebelumnya, Agung kemudian hanya mendapatkan Rp 89 ribu saat hendak mengklaim. Hal ini membuatnya kecewa, akan tetapi hal ini menjadi konsekuensinya karena tidak menaati aturan asuransi PT AXA. Dimana nasabah dapat mengklaim tabungan setelah 2 tahun bergabung.
Saat mendengar kabar OJK mencabut izin usaha PT AXA, ia menganggap bahwa hal tersebut bisa saja mempengaruhi proses klaim yang prosesnya akan jauh lebih panjang.
“Ya dengar-dengar katanya merger. Bukannya nanti kalau mengklaim tambah ribet ya? untung saja sudah tidak disana,” tandasnya.
Sementara itu salah satu pengguna jasa asuransi PT AXA lainnya, Samsul Arifin merasa tidak khawatir terhadap kabar pencabutan izin usaha PT AXA Life oleh OJK. Samsul yang bergabung sejak 2 tahun yang lalu merasa tidak memiliki masalah sama sekali.
Saat ditanya adakah kekhawatiran soal proses klaim yang akan ribet dan tidak sesuai harapan dikarenakan merger, Samsul menjelaskan bahwa tentunya hal tersebut sudah melewati prosedur yang sesuai.
“Ya intinya kalau nanti bakal ribet akan saya ambil hak saya sampai dapat dan tidak akan lagi menabung di sana. Sampai sekarang masih belum ada pemberitahuan apapun intinya kalau nanti saya klaim hak saya harus diberikan,” tegas pria asal Batu ini. .(ica/tea/ary)