BNI Target Salurkan KUR Hingga Rp 1,5 Triliun



MALANG- Tahun ini, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk wilayah Malang menakrgetkan dapat menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,5 triliun. Mengingat potensi pembiayaan di wilayah Malang, khususnya di sektor pertanian yang cenderung besar.
Pgs CEO BNI Wilayah Malang, Akbad Bachtiardi mengatakan, pihaknya menargetkan untuk KUR Mikro. Karena  potensi pembiayaan di wilayah Malang pada sektor pertanian cukup besar. Sehingga KUR Pertanian diperkirakan dapat  menyerap 80 persen dari total target penyaluran kredit tersebut. “Penyaluran KUR pada petani dan agen pupuk baru sekitar Rp 96 miliar,” kata dia.
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya memberikan sosialisasi KUR tersebut kepada petani dan pengusaha penggilingan padi. Pada sektor pertanian, yang menjadi masalah utama yang selalu dialami oleh petani dan pengusaha adalah permodalan.
“Sehingga, sosialisasi tersebut sangat penting. Hal ini juga sejalan dengan strategi bisnis BNI di tahun 2018 yaitu meningkatkan bisnis pada nasabah, khususnya yang terkait dengan tanaman pangan,” papar dia.
Selain upaya sosialisasi, pihaknya juga menyediakan fasilitas Kartu Tani untuk mendongkrak perolehen KUR. Selama 2017 BNI Wilayah Malang telah menyerahkan lebih dari 375 ribu kartu tani dengan penyaluran KUR pada petani dan agen pupuk sekitar Rp 96 miliar. “Untuk Kartu Tani, BNI Wilayah Malang mentargetkan akan menyerahkan sebanyak lebih dari 667 ribu lebih kartu tahun ini,” ujar dia.  
Dalam hal ini, BNI juga membangun sinergitas bersama dengan Kementrian Pertanian dan juga TNI untuk mempercepat program pemerintah. Keterlibatan TNI sesuai dengan instruksi presiden agar ikut menyukseskan dan mengawal program swasembada pangan. “Sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan serta pemerataan pembangunan telah dirancang 9 (sembilan) Nawacita agenda prioritas menuju Indonesia yang berdaulat. Salah satu program yang tertuang dalam Nawacita pemerintah terkait sektor pertanian adalah meningkatkan kepemilikan petani atas tanah pertanian menjadi rata-rata 2 hektar, dan meningkatkan swasembada pangan dalam rangka ketahanan pangan,” tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait