LPDB Siapkan Modal Usaha Rp 360 M untuk UMKM


MALANG – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) mengalokasikan sedikitnya Rp 360 miliar untuk pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tujuan progam ini untuk mendongkrak kinerja UMKM menjadi lebih berjaya.
‘’Tidak ada cara lain untuk mempercepat kinerja UMKM selain harus digerojok modal (pembiyaan),’’ tandas Braman Setyo, Dirut LPDB kepada MP disela kunjungan di Malangm, Jumat siang.
Secara detail, mantan Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jatim ini, merinci tata kelola keuangan yang dimiliki LPDB. Lembaga yang bernaung di bawah Kementerian Koperasi (Kemenkop) ini memiliki kewenangan membesarkan bisnis UMKM.
Sesuai rencana kerja 2018, LPDB menyiapkan out standing loan Rp 1,2 triliun. Dana pinjaman yang dikelola secara bergulir ini, Rp 750 miliar disalurkan melalui model konvensional. Dan sisanya Rp 450 miliar secara syariah.
Lebih rincinya, Rp 480 miliar untuk Koperasi Simpang Pinjam (KSP), Rp 120 miliar disalurkan ke Koperasi Sektor Riil, Rp 240 miliar untuk Lembaha Keuangan Bank (LKB) dan Lembaga Keuangan  Bukan Bank (LKBB).
Khusus UMKM, lanjut Bram, akan ‘disuntik’ dengan modal bergulir Rp 360 miliar. ‘’Kalau masih kurang, akan kita tambah. Yang penting UMKM harus besar,’’ ucapnya sembari menyebut kekuatan UMKM di Jatim khususnya di Malang Raya.
Disebutkan dia, selama ini, dana bergulir milik LPDB lebih banyak diserap oleh LKB dan LKBB. Bahkan tahun 2017, LKB dan LKBB menyedot hampir Rp 700 miliar lebih. Sedang UMKM hanya Rp 210 miliar saja. ‘’Secara bisnis memang aman. Tapi, tidak ada tantangannya,’’ ujar mantan Kadiskop Jatim ini.
Berbeda dengan sistem perbankan, bagi UMKM yang ingin mendapatkan modal usaha dari LPDB sangat mudah sekali. Mereka cukup mengajukan permohonan ke dinas koperasi kabupaten/kota.
Dari sini, kata Bram, dinas koperasi akan mengajukan ke perusahaan penjaminan. Baik Jamkrindo (Jaminan Kredit Indonesia) atau Jamkrida (Jaminan Kredit Daerah). Setelah mendapatkan Sertifikat Penjaminan (SP) maka modal bisa langsung dicairkan.
‘’Untuk sementara, maksimal kami berikan Rp 50 juta dulu. Sebab, LPDB tidak mengejar kuantitas penyaluran modal. Melainkan mengejar kualitas UMKM agar cepat besar,’’ paparnya dengan menyebut suku bunga dikenakan sebesar 5 persen.
Ditambahkan dia, Maret mendatang, pihaknya akan mengumpulkan seluruh Kepala Dinas Koperasi UMKM se Indonesia. Mereka diajak kerjasama untuk mendukung progam pemerintah mengembangkan UMKM melalui LPDB. (has)

Berita Terkait