Inves Rp 160 Miliar, Sarinah Bangun Hotel 14 Lantai



MALANG - PT Sarinah (Persero) akan memperluas jaringan bisnisnya di Kota Malang. Tahun ini, rencananya Sarinah akan menanamkan investasinya sebesar Rp160 miliar untuk membangun hotel bintang empat.
Presiden Direktur PT Sarinah GNP Sugiarta Yasa yang bertandang ke Kota Malang beberapa waktu lalu mengatakan, hotel tersebut akan menempati lahan Departement Store Sarinah yang terletak di Jalan Basuki Rachmat, Kota Malang seluas 6.000 meter persegi.
“Saya harapkan bisa segera dibangun tahun ini,” kata Sugiarta Yasa kepada Malang Post.
Saat ini, pihaknya sedang melakukan perencanaan pembangunan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Malang terkait masalah perizinan. Sugiarta menyebutkan, nantinya, hotel tersebut akan dibangun hingga 14 lantai dengan 144 kamar yang terdiri dari tipe deluxe, standard, dan suite.
“Prediksinya, nanti kamar hotel tersebut sebagian besar akan diisi dengan kamar deluxe dan standar. Hanya beberapa bagian saja yang suite,” beber dia.
Dijelaskannya, pembukaan bisnis hospitality tersebut dibuat karena Kota Malang saat ini sebagai salah satu jujugan wisata. Selain itu, Kota Malang merupakan kota pendidikan yang berkembang cukup pesat.
“Apalagi, lokasi hotel kami nantinya sangat strategis, yakni berada di sekitar Alun-Alun Malang dan dikelilingi oleh gedung Bank Indonesia, Masjid Agung Jami’, Pendopo Kabupaten Malang dan pusat perbelanjaan. Sehingga, kami harapkan sebelum 10 tahun sudah bisa balik modal,” papar dia.
Dengan dibangunnya hotel yang akan dinamai Hotel Sarinah tersebut, tidak akan menghilangkan department store yang sudah ada dan begitu legendaries. Nantinya, hotel tersebut juga akan mengakomidasi tenat-tenant yang sudah ada, seperti bioskop dan juga gerai restoran siap saji.
“Kami sedang menggodog desain yang menarik sehingga bisa menjadi salah stau tempat yang iconic. Diharapkan, tempat tersebut juga menjadi pusat pertemuan warga Malang Raya,” lanjut dia.
Lebih lanjut, Sugiarta membeberkan, sasaran tamu hotel tersebut merupakan para wisatawan, baik yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri. selain wisatawan, pihaknya juga akan mengejar pendapatan melalui Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE). Mengingat, Kota Malang sering menjadi jujugan untukmelakukan MICE, baik dari sisi corporate maupun government yang ada di luar kota.
Nantinya, hotel itu tidak dioperasikan sendiri oleh PT Sarinah. BUMN di bidang ritel tersebut akan menunjuk operator hotel yang berpengalaman. Calon operator hotel tersebut ada beberapa institusi, yakni Accor, Aston, dan Hotel Indonesia Group.
“Masih belum ditetapkan. Masa konstruksi pembangunan hotel diprediksi akan memakan waktu hingga 2 tahun,” pungkas dia.(tea/aim)

Berita Terkait