Asuransi Jiwa Sraya, Beri Pinjaman dan Pelatihan Petani Ulat Hongkong


MALANG – PT Asuransi Jiwa Sraya (Persero) peduli terhadap penggiat usaha kecil, khususnya budidaya ulat Hongkong.  Melalui Program Kemitraan (PK), PT Asuransi Jiwasraya memberikan bantuan permodalan dan pembinaan pelatihan kepada kelompok ternak ulat Hongkong di Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu, Kota Batu.
Kepala PKBL Head Office Jiwasraya Dhanny Bachtazar mengatakan, dukungan permodalan sudah dilakukan melalui pinjaman dana murah sebesar Rp 50 juta untuk tiap mitra binaan. Total, ada 10 mitra binaan yang menerima bantuan dengan nilai total Rp 500 juta. Dana pinjaman berjangka dua tahun ini, bersumber dari dana PK dengan jasa administrasi hanya 6 persen per tahun.
“Ulat Hongkong tidak hanya bisa digunakan sebagai pakan burung dan memanfaatkan limbahnya untuk campuran pakan sapi. Ada produk turunan lain dari ulat Hongkong ini, dan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan para peternak,” kata Dhany Bachtazar kepada Malang Post, kemarin.
Terkait pelatihan itu menurutnya, PT Asuransi Jiwasraya telah melaksanakan kegiatan pelatihan dua hari pada 12-13 Februari, kemarin yang diikuti 10 mitra binaan. Ada dua pemateri yang dihadirkan dari kalangan akademisi, Prof Dr Ir Indah Prihartini MP dan Dr Ir Sutawi. Keduanya berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang.
Setelah satu hari menjalani pelatihan, para mitra binaan diajak studi lapangan ke Kanigoro dan Srengat untuk melihat lokasi peternak ulat. Para perternak ulat yang didatangi ini, merupakan pengepul yang mengirimkan ulatnya untuk menjadi bahan kosmetik ke industri kecantikan.
“Melalui serangkaian pelatihan dan studi lapangan ini, para peternak ulat mitra binaan di Kota Batu bisa menambah pengetahuan tentang pengelolaan usaha maupun produksi. Harapannya, kehadiran para mitra binaan PT Asuransi Jiwasraya bisa membawa dampak besar bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Demi kesuksesan kegiatan ini, PT Asuransi Jiwa Sraya menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero, BUMN untuk pengembangan UMKM. Mereka jugalah yang melakukan seleksi pembudidaya ulat Hongkong serta melihat potensinya. PNM juga memberikan pelatihan, serta memantau paskapembiayaan, agar dana yang tersalur bermanfaat bagi kemajuan usaha.
PNM juga memantau pengembalian pinjaman secara lancar. “Kerjasama ini akan terus dikembangkan, khususnya untuk membina pelaku UMKM,” kata Anang Fatkur Rochman, pimpinan PNM Cabang Malang.( adv/aim)

Berita Terkait