magista scarpe da calcio OJK Segera Tutup 32 Badan Kredit Desa


OJK Segera Tutup 32 Badan Kredit Desa


MALANG -Sebagai lembaga pengawan industri jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin memantapkan komitmen untuk melakukan pengawasan. Tahun ini, OJK mulai mengawasi sektor industri keuangan di bidang pasar modal. Biasanya hanya lembaga perbankan dan keuangan.
Kasubbag Pengawasan Pasar Modal OJK Malang, Indrawan Nugroho mengatakan, tahun ini pihaknya mulai serius ingin mengawasi lembaga keuangan non bank di bidang pasar modal. “Kami akan mengumpulkan para pimpinan lembaga pasar modal yang ada di wilayah kerja OJK Malang. Kemudian, kami akan melakukan komuniksi, sosialisasi dan juga pengecekan terhadap kantor mereka,” terang Indrawan ditemui Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, di wilayah Malang Raya ada sekitar 16 sekuritas, 70  Agen Penjual Reksa Dana (APRD) dan 1 manajemen investasi (MI). “Nantinya, kami akan mendatangi kantor dan melakukan sampling,” ungkapnya.
Selain itu, OJK juga akan melakukan pengawasan terhadap Badan Kredit Desa sesuai dengan POJK Nomor 10/POJK.03/2016 tentang Pemenuhan Ketentuan Bank Perkreditan Rakyat dan Transformasi Badan Kredit Desa yang Diberikan Status Sebagai Bank Perkreditan Rakyat. Untuk wilayah kerja OJK Malang yang meiputi Malang Raya, Kota dan Kabupaten Pasuruan serta Kota dan Kabupaten Probolinggo, sebanyak 104 badan kredit desa saja yang aktif. “Pada Kabupaten Pasuruan sebanyak 32 Badan Kredit Desa yang tidak aktif. Nantinya akan kami tutup,” beber dia.
Ketika peraturan tersebut sudah diitetapkan, pihaknya berharap, Badan Kredit Desa nanti kalau ingin naik kelas harus segera bertransformasi menjadi Bank Perkreditan rakyat (BPR). “Kalau tidak, harus bersiap turun kelas menjadi Usaha Kescil Menengah (UKM). Untuk wilayah Malang Raya, semua sudah menjadi BPR,” tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top