Hadirkan Dinasti Tiongkok, Matos Target 50 Ribu Pengunjung


MALANG – Malang Town Square menghadirkan kembali ‘dinasti Tiongkok’ dalam merayakan tahun baru imlek kemarin. Kaisar, permaisuri serta abdi kerajaan kuno Cina, diarak dalam karnaval meriah. Diiringi suara sirine dan pasukan berkuda serta barongsai, arak-arakan kerajaan ini berangkat dari depan pintu gerbang kampus UB Jalan Veteran.
“Seperti tahun sebelumnya, ikon Matos saat imlek adalah karnaval, ini tidak bisa diubah.Tiap tahun event karnaval ditunggu masyarakat, tidak bisa buat di hari lain, harus di hari H. Masyarakat tahunya ya Matos ada karnaval tiap Imlek. Hanya kita eksplorasi lebih meriah,” ungkap Marketing Communication Manager Matos, Sasmita Rahayu kepada Malang Post kemarin.
Pukul 08.00 WIB, barongsai, wushu, pasukan kerjaan, pasukan pangeran, fashion art hingga para Miss Matos, memulai karnaval. Arak-arakan khas Imlek itu bergerak hingga halaman depan Matos. Setelah ini, perform fashion art dari Samsuga, serta atraksi wushu lima benua, menghibur masyarakat Malang.
Usai atraksi seni dan bela diri, kaisar dan permaisuri kerajaan berparade di hadapan masyarakat yang antusias menonton pertunjukan. Setelah itu, barongsai memakan angpao dari parade sponsor. Kemeriahan ini dilanjutkan dengan atraksi barongsai South Lion Dance hingga pukul 09.30 WIB sebelum akhirnya panitia mempersiapkan pembukaan mall.
“Karnaval Imlek tak pernah luput dari barongsai, leang leong, wushu dan pasukan kerajaan. Tiap tahun dibuat parade model Miss Matos. Semua sponsor ikut bergabung. Karnaval ini menjadi sebuah tradisi di Matos. Setelah acara di halaman, lanjut di grand hall,” sambung Sasmita.
Untuk acara di dalam mall, Sasmita menyebut ada peserta dari Pusat Bahasa Mandarin, sekolah Bina Budi Mulia, parade oriental dance show dari Tricia Dancer, hingga parade fashion. Dia menambahkan, koreografi yang ditampilkan di grand hall, dikomandoi Agoeng Soedir Putra, pimpinan Color Models Inc.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Matos menghadirkan acara road to tenant. Semua tenant menyediakan angpao yang akan diambil oleh barongsai, dari lantai bawah hingga atas. Panitia juga mempersiapkan cokelat dan permen, sekaligus untuk memperkuat tema Red Oriental In Love, bertepatan dengan Valentine Day.
“Kita juga hadirkan busana Arva School of Fashion dari Surabaya, yang segera buka sekolah di Malang. Rangkaian acara mulai pagi jam 8 sampai jam 9 malam. Kami target traffic pengunjung bisa mencapai 50 ribu orang saat closing,” tambah Sasmita. Sementara itu, warga masyarakat mengaku terhibur dengan gelaran karnaval Imlek di Matos.
Selain memanfaatkan waktu liburan untuk refreshing di mall, Arayunita Putri Firnanda, 21 tahun, mengaku menonton karnaval Imlek di Matos dari tahun ke tahun. “Ya seru saja sih, sambil refreshing pas libur, sekalian nonton barongsai. Kreatif juga, dibikin kayak kekaisaran Cina gitu kan paradenya,” tutupnya.(fin/han)

Berita Terkait