1200 Fintech Ilegal Berhasil Ditutup


MALANG - Menjamurnya fintech saat ini harus disikapi dengan cerdas oleh masyarakat. Ada 42 persen fintech yang servernya tidak diketahui dan yang terdeteksi hanya 22 persen. Sementara sisanya berasal dari luar negeri seperti Amerika.
"Fintech yang ilegal tidak bisa dicari karena wujudnya tidak ada. Tidak bisa dideteksi. Sejauh ini sudah ada 1200 fintech ilegal yang berhasil ditutup. Agar masyarakat tidak dirugikan dengan keberadaan fintech kami ingin mengedukasi cara yang aman berinvestasi dan akses keuangan. Salah satunya kami akan menggandeng media, seperti Malang Post. Karena melalui media, informasi semakin mudah sampai ke masyarakat," kata Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri saat berkunjung ke kantor Malang Post.
Dijelaskannya, apabila masyarakat sudah paham dan mengenali ciri-ciri fintech legal maka fintech ilegal akan mati dengan sendirinya. Untuk menjaga ekosistem yang baik, OJK pun juga telah membentuk Asosiasi Fintech yang mengatur besaran suku bunga dan membantu masyarakat agar aman berinvestasi.
Asosiasi bukan hanya bersifat seremonial namun juga aktif berpartsisipasi dalam mengawasi pergerakan fintech di Indonesia. Kehadiran fintech yang memberi kemudakan akses sedikit banyak memengaruhi BPR namun dari segi aset menguntungkan bank umum.
"Karena dana dari fintech ini disimpan di bank umum, karena virtual account mereka berada di sini. Tetapi bagi BPR ini akan sedikit terasa, kami tentu akan menjaga ekosistem agar tidak terjadi persaingan tidak sehat antara fintech dengan BPR," urai Sugiarto.
Target OJK ke depan adalah meningkatkan literasi keuangan menjadi 35 persen dari angka 25 persen saat ini secara nasional. Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan banyak sinergi dengan berbagai pihak termasuk media.
“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Terlebih di era saat ini masyarakat membutuhkan media dengan akses yang lebih cepat dan meluas. OJK tidak hanya mengawasi industri jasa keuangan supaya sehat, tetapi kami juga ingin menjadi partner pemerintah daerah," tutupnya.
Kunjungan Kepala OJK Malang ke kantor Malang Post disambut hangat oleh Direktur Malang Post, Dewi Yuhana, Manager Marcomm, Noer Adinda Zaeni, Koordinator Liputan, Vandri Battu, dan Redaktur Komunikasi Bisnis, Abdul Halim. (lin/lim)

Berita Terkait