Tahun Politik, BI Malang Perketat Pengawasan Uang Palsu


MALANG – Memasuki tahun politik, Kantor Perwakilan BI Malang semakin memperketat pengawasan terhadap peredaran uang palsu.
Kepala KPBI Malang, Dudi Herawadi mengatakan, momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) membuat peredaran uang semakin banyak. Begitu juga dengan peredaran uang palsu. “Politik kan melibatkan APBN, APBD, dan pastisipasi paslon. Pasti semakin banyak pula uang yang dibutuhkan. Makanya kami antisipasi adanya uang palsu,” ujar dia.
Sepanjang Januari hingga awal Maret ini, BI Malang berhasil mengamankan 1.400 bilyet (lembar) uang palsu. Rata-rata, uang palsu yang ditemukan adalah pecahan nominal Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu emisi tahun 2016.Sementara itu, Ketua Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi Kantor Perwakilan BI (KPBI) Malang, Rini Mustikaningsih mengatakan,
sepanjang tahun 2017 lalu, KPBI Malang berhasil menemukan sebanyak 5.385 lembar uang palsu. Hasil temuan uang palsu tersebut didominasi dari pecahan besar Rp 100 ribu dan pecahan Rp 50 ribu. “Total temuan tersebut berasal dari laporan bank, yakni sebanyak 5.307 lembar dan laporan masyarakat sebanyak 78 lembar,” kata dia.
Rini menguraikan, hasil temuan uang palsu tersebut didominasi dari pecahan besar Rp 100 ribu sebesar 62 persen dari total temuan dan pecahan Rp 50 ribu sebesar 35 persen dari total temuan. “Lainnya diikuti pecahan kecil lainnya,” lanjut dia.
Namun, temuan uang palsu sepanjang tahun 2017 cenderung menurun dibanding tahun 2016 lalu, yakni sebanyak 6.320 lembar temuan uang palsu. Untuk mengantisipasi temuan uang palsu, pihaknya melakukan beberapa cara. “Secara rutin, kami memberikan sosialisasi terkait ciri-ciri keaslian rupiah setiap bulannya. Mulai dari ke pelajar di sekolah-sekolah, mahasiswa, akademisi, maupun kepada pemerintah daerah,” kata dia.
Selain itu, BI juga menyediakan layanan kas keliling dan dilakukan secara rutin. Pihaknya mendatangi beberapa wilayah yang lokasinya cukup jauh dari KPBI. “Di sana kami membuka layanan penukaran uang rusak atau lusuh. Pada kesempatan tersebut, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait ciri-ciri keaslian uang rupiah,” ujar dia.
Rini menambahkan, kedepannya,  BI Malang akan terus menggiatkan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarkat. “Selain itu masyarakat diharapakan mau melaporkan temuan uang palsu agar peredarannya dapat diredam,” tandas dia.(tea/nda)

Berita Terkait