Tingkatkan Literasi Perbankan Syariah


MALANG - Saat ini, tingkat pengetahuan atau literasi keuangan masyarakat terkait perbankan syariah masih minim. Hal tersebut membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tergerak untuk melakukan berbagai macam program untuk meningkatkan literasi. Sepanjang akhir bulan Maret 2018 ini, OJK Malang melakukan upaya mulai dari mengadakan Training of Trainer (ToT) hingga mengadakan Islamic Banking Vaganza.
Kepala OJK Malang, Widodo mengatakan, saat ini, secara nasional, tingkat inklusi masyarakat terhadap produk keuangan syariah masih berada di angka 5,7 persen. Sedangkan di Malang berada di angka 5,8 persen. Masih lebih banyak 0,1 persen dibandingkan dengan nasional.
“Karena itulah kami tergerak untuk melakukan berbagai macam upaya guna menggenjot tingkat pengetahuan tersebut,” ujar Widodo pada Malang Post.
Hari ini, pihaknya akan mengadakan ToT di Universitas Brawijaya Malang. Pada kegiatan tersebut diikuti oleh guru dengan trainer dari OJK Pusat. “Dengan adanya kegiatan tersebut, kami berharap para guru akan memberikan pengetahuannya kepada para murid. Sehingga, tingkat literasi bisa lebih tinggi,” terang dia.
Selain ToT, OJK juga akan menggelar workshop Halaqoh serta penjajakan pendirian Bank Wakaf di Pondok Pesantren An Nur 2, Kamis (22/3). Pada hari yang sama, OJK juga akan membuka expo Islamic Banking Vaganza di Cybermall Malang. “Kegiatan ini akan diikuti sekitar 16 peserta dari seluruh perbankan syariah,” papar dia.
Dengan adanya kegiatan tersebut, pihaknya berharap akan ada kenaikan dari tingkat pemahaman masyarakat terkait perbankan syariah. “Sesuai target berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2016, tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif. Di situ tertera, pada akhir tahun 2019 nanti, tingkat inklusi menjadi 75 persen,” tandas dia.(tea/nda)

Berita Terkait