First Travel Malang Tunggu Koordinasi dengan Pusat


MALANG – Pasca diterbitkannya surat keputusan pencabutan izin layanan umrah oleh Kementerian Agama, First Travel Malang akan melakukan koordinasi dengan pusat pada Selasa (8/8) pekan depan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Cabang First Travel Malang, Andri Kunarto ketika dikonfirmasi Malang Post kemarin.
“Hari Selasa depan, saya akan berangkat ke Jakarta untuk berdiskusi terkait pengalihan travel dan operasional kantor setelah adanya pencabutan izin ini,” beber Andri pada Malang Post.
Oleh Kemenag, pihak First Travel sendiri diberi waktu untuk menyanggah selama 14 hari kerja pasca keluarnya surat tersebut. Menurut Andri, kalau selama 14 hari First Travel mampu mempertahankan posisinya, bakal memberikan angin segar untuk biro di Malang beserta para pegawai. “Maka dari itu, kita tunggu saja dulu. Kalau memang dari pihak First Travel tidak bisa mempertahankan, mungkin akan dibekukan. Tunggu saja perkembangannya nanti, ya,” lanjut dia.
Andri melanjutkan pihaknya sudah melakukan refund terhadap beberapa calon jamaah yang meminta uangnya direfund. “Ada 146 jamaah yang meminta refund. Mereka memberikan waktu kepada kami sekitar 30-90 hari kerja. Mereka melakukan pengajuan refund semenjak bulan puasa lalu,” terang dia.
Selebihnya, para calon jamaah yang sudah mendapatkan jadwal keberangkatan sekitar November-Desember masih menunggu pemberangkatan. “Mereka mengaku tidak ingin refund, tapi menunggu jadwal keberangkatan. Setelah itu, kalau masih tidak berangkat baru refund,” jelas dia.
Sejauh ini, pihaknya mengaku masih belum melakukan pengalihan ke travel lain. “Oleh Kemenag, kami disarankan untuk melimpahkan jamaah ke travel lain. Nah ini, kami masih belum tahu. tapi yang jelas, kalau sudah ada jadwalnya, kami wajib memberangkatkan jamaah,” tukas dia. (mg16/nda)