Beri Akses Permodalan Perbankan untuk Pelaku Ekraf


MALANG - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kesempatan kepada para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk mengajukan proposal pembiayaan perbankan. Kesempatan ini diberikan agar mereka bisa mengembangkan usahanya.
Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K. Kusuma mengatakan, sudah menjadi tugas Bekraf untuk menjembatani para pelaku ekraf untuk menunjang perkembangan usahanya. "Kebetulan, OJK sedang membuat Islamic Banking Vaganza, sehingga kami undang para pelaku krratif agar mengenal perbankan, khususnya perbankan syariah," terang dia ketika ditemui Malang Post.
Nantinya, para pelaku ekraf tersebut bisa mencocokkan konsep usahanya dengan berbagai macam fasilitas perbankan syariah yang ada. "Usaha pelaku ekraf nanti bisa disesuaikan dengan fasilitas masing-masing bank. Bank tersebut bisa saja memberikan pembiayaan melalui fasilitas kredit atau pinjaman. Atau, kalau perbankan tersebut memiliki fasilitas CSR juga bisa diarahkan ke ekraf," papar dia.
Restog menuturkan, peserta kegiatan ini terdiri dari sekitar 50 orang pelaku ekraf dari berbagai komunitas dengan beberapa kriteria. "Rata-rata, semua sudah tergabung dalam salah satu komunitas subsektor ekraf,” ujar Restog.
Para peserta juga harus sudah memiliki brand atau merek. Selain itu, para peserta juga merupakan pemilik usaha kreatif bukan pedagang yang telah melaksanakan usaha kurang lebih satu tahun. Pada kesempatan tersebut, para peserta yang datang bisa langsung membawa proposal pembiayaan serta melampirkan jumlah pembiayaan yang ingin diajukan.  
Dengan begitu, pihaknya berharap kebutuhan permodalan ekraf bisa terfasilitasi. Restog mengaku, Malang memang menjadi salah satu prioritas Bekraf. Mengingat, Sumber Daya Manusia (SDM) ekraf cukup besar. "Hal ini ditunjang dengan banyaknya kampus yang ada di Malang. Di mana sub sektor dari beberapa area kampus tersebut menjadi prioritas objek kami," kata dia.
Subsektor yang dimaksud adalah salah satu dari 16 subsektor yang di bawah komando Bekraf. Di antaranya, aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa,  televisi dan radio.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga berharap, subsektor ekraf terus tumbuh. "Kami terus dorong pelaku ekraf masuk di perbankan. Selain itu, perbankan juga harus mengenal pelaku ekraf juga," beber dia.
Sementara itu, Deputi Direktur Departemen Perbankan Syariah OJK Pusat, Dr. Setiawan Budi Utomo menambahkan, tidak semua pelaku ekraf bisa mengajukan permodalan. Hal tersebut tergantung kebijakan dari perbankan dengan syarat administrasi masing-masing. "Namun, upaya Bekraf ini kami dukung penuh. Harapannya, para pelaku ekraf bisa mendapatkan permodalan yabg layak. Sehingga, para pelaku ekraf juga harus melengkapi kebutuhan usahanya agar permodalan bisa cair," tandas dia.(tea/nda)

Berita Terkait