Grab Caplok Uber


JAKARTA - Saga antara Uber dan Grab dikabarkan telah usai, dengan nama yang disebutkan terakhir mampu mengakuisisi unit bisnis dari perusaahaan asal Amerika Serikat Tersebut. Sumber terpercaya menyebutkan Uber sepakat menjual seluruh operasional bisnisnya di kawasan Asia Tenggara kepada salah satu saingannya, yaitu Grab. Nantinya, Uber akan menyerahkan seluruh layanannya, baik itu jasa berbagi tumpangan maupun pengiriman makanan, kepada perusahaan yang berdiri Juni 2012 tersebut.
SoftBank Group berperan besar dalam proses akuisisi Uber kawasan Asia Tenggara oleh Grab. Perusahaan teknologi dan investor tersebut merupakan penanam modal terbesar di kubu Grab, sekaligus pemegang saham mayoritas di Uber.
Perusahaan asal Jepang itu berperan besar dalam mempercepat proses konsolidasi untuk menyeimbangkan neraca keuangan Uber yang rata-rata menggelontorkan miliaran dollar AS tiap tahunnya. Hal serupa juga sudah dilakukan oleh SoftBank dalam akusisi operasional Uber di China oleh Didi Chuxing.
Sebelumnya, kala masih dipimpin oleh Travis Kalanick di posisi CEO, Uber telah menjual unit bisnis platform ride sharing tersebut di China kepada Didi Chuxing pada 2016 lalu. Kemudian, langkah serupa juga dilakukan di Rusia pada Februari lalu, dengan Yandex menjadi pihak yang mengakuisisinya.
Dijualnya operasional Uber di Asia Tenggara, diperkirakan mampu meningkatkan keuntungan perusahaan yang berkantor pusat di California ini. Hal ini menjadi sangat penting mengingat Uber telah mengeluarkan lebih dari USD 10 miliar sejak berdiri pada 2009, seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (25/3/2018).
Nantinya, Uber masih akan memiliki saham sekitar 25 persen-30 persen dalam unit bisnis gabungannya bersama Grab. Dengan keluarnya Uber dalam persaingan berbagi tumpangan di Asia Tenggara, praktis tinggal dua nama yang tersisa dalam pasar transportasi online di kawasan tersebut, yaitu Go-Jek dan Grab.(dtc/lim)

Berita Terkait