GM Atria Hotel Malang Berpindah Tangan


MALANG - Jabatan General Manager Atria Hotel Malang yang semula dipegang oleh Wahyon, resmi digantikan oleh Ibnu Darmawan. Perpisahan Wahyono sekaligus perkenalan Ibnu kepada para klien dilaksanakan di Canting Restaurant, Kamis (29/3) malam.
Wahyono yang akrab disapa Yoyon ini memimpin Atria sejak tahun 2013. Beberapa program yang dibuatnya, mampu menarik banyak tamu sehingga Atria menjadi salah satu hotel favorit di Malang. Apalagi Yoyon merupakan sosok yang ramah dan pandai bergaul, sehingga membuat para tamu tak sungkan untuk kembali.
Pada kesempatan tersebut, Yoyon mengungkapkan, Atria Hotel Malang sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Apalagi, memimpin sebuah hotel di tengah kota besar yang memiliki perkembangan yang cukup pesat tidak mudah.
“Kondisi Kota Malang cepat sekali berubahnya. Selama kurang lebih lima tahun saya memimpin di sini, banyak yang berubah. Tentunya ini tidak lepas dari sumbangsih dan dukungan dari para mitra. Sehingga, kedekatan kami sudah seperti keluarga,” terang Yoyon.
 Yoyon kemudian memperkenalkan sosok Ibnu Darmawan, pria asal Surabaya yang menggantikan dirinya. Ternyata, mereka berdua pernah bekerjasama di sebuah hotel di Medan. “Saya berharap, dengan kehadiran beliau di sini, tim Atria Hotel Malang dan Parador Hotels & Resort semakin kuat. Saya ucapkan selamat dan lanjutkan yang ada di sini. Saya juga mengucapkan terima kasih banyak kepada semua tim dan juga mitra yang ada di sini,” kata dia.
Setelah ini, Yoyon dipercaya untuk menjabat Head Office Parador Hotels & Resort. Dengan jabatan barunya tersebut, ia akan membawahi sembilan hotel di bawah Parador Hotels & Resort. “Saya berharap, silaturahmi tetap terjalin,” tandas dia.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan perkenalan Ibnu Darmawan. Sebelumnya, pria berkacamata tersebut menjabat sebagai General Manager Santika Premiere Yogyakarta. “Saya berharap, dengan kehadiran saya di sini bisa diterima seperti orang-orang menerima Pak Yoyon. Saya siap melanjutkan dan meningkatkan program-program beliau. Sejauh ini, Atria Hotel Malang sudah cukup bagus, nantinya kami akan tingkatkan lagi,” kata dia.
Saat ini, Ibnu mengaku masih meraba-raba segala potensi yang ada di Malang. Menurutnya, potensi Kota Malang dibandingkan dengan Kota Yogyakarta tidak terlalu jauh. “Target okupansi Atria ada di angka 80 persen. Tahun ini, kami yakin naik karena pertumbuhan ekonomi makro juga bagus. Selain itu, ada pesta demokrasi juga memberikan pengaruh kepada bisnis hotel,” beber dia.
Lebih lanjut, Ibnu mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan berbagai macam variasi menu makanan, utamanya menu untuk breakfast. Selain itu, pihaknya juga akan berinovasi dengan mengubah meeting room dengan konsep milenial.Termasuk  menambahkan gimmick permainan, seperti football table hingga dart. Sehingga, yang melakukan meeting tidak mudah bosan.
“Ada satu spot yang siap untuk kami rubah menjadi konsep meeting milenial. Suasananya nanti akan dibikin seperti kantor Google. Lebih santai dan juga disertai dengan permainan. Jadi, ketika coffee break bisa dibuat untuk mainan. Nantinya, harga paketnya sudah termasuk meeting dan mainannya juga. Diperkirakan, semester II nanti project ini selesai,” tandas dia.(tea)

Berita Terkait