Kopi Dampit Semakin Mendunia

 
MALANG - Indonesia adalah Negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia. Berbagai jenis kopi tumbuh di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Malang tepatnya di Kecamatan Dampit. Daerah ini memiliki rata-rata suhu 20-26 derajat celcius, yang merupakan suhu paling cocok untuk pertumbuhan tanaman kopi. 
Pada Awalnya, sentra pengepulan berbagai komoditas pertanian di Kecamatan Dampit dibuka oleh pemerintah Hindia Belanda untuk memudahkan sistem dagang mereka saat itu. Hingga akhirnya, kopi Dampit saat ini mulai populer dan Dampit menjadi sentra pengepul kopi terbesar di Malang. 
Ada beberapa jenis kopi yang terkenal di daerah Dampit yang kemudian disebut kopi Amstirdam, yakni singkatan dari Ampelgading, Sumbermanjing, Tirtoyudo, dan Dampit. Empat kecamatan di Kabupaten Malang yang lokasinya saling berdekatan, dan merupakan sentra komoditas kopi.
Lahan di Kecamatan Dampit sendiri terdapat sekitar 2.500 hektar yang dijadikan perkebunan kopi. Apabila satu hektar rata-rata terdiri atas 1.200 pohon kopi, maka di Dampit sedikitnya terdapat 3 juta pohon kopi. Sehingga dalam perkembangannya, Dampit menjadi salah satu sentra kopi dengan luas lahan cukup produktif di Indonesia.
“Kopi Dampit ini merupakan kopi jenis Robusta yang memiliki kualitas paling baik, dan memiliki potensi untuk bersaing di pasar Internasional,” ungkap Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., Kajur Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. 
“Perbedaan kopi Dampit dengan kopi-kopi lainnya adalah kopi Dampit memiliki spesial taste yang membuat kopi ini terkenal di kalangan pecinta kopi,” sambung dosen yang selama ini konsen mengamati komoditas pertanian di Indonesia ini.
Spesial taste ini dapat dirasakan dari  aroma kopi maupun ketika dicicipi oleh lidah. Kopi Dampit dianggap memiliki special taste lantaran beberapa hal. Diantaranya kopi Dampit ditanam pada ketinggian lebih dari 800 mdpl dengan struktur tanah yang baik.
Lantaran kopi Dampit  ditanam dalam keadaan geologis dan geografis yang memenuhi standart, kopi ini tumbuh, berkembang dan menghasilkan buah kopi dengan rasa yang baik. Sekitar 90 persen dari produksi kopi Dampit ini pun diekspor ke beberapa perusahaan di luar negeri.
Terutama diekspor ke perusahaan di Eropa dan sisanya untuk dijual ke produsen kopi kemasan untuk dikonsumsi dalam negeri. Ini membuktikan kopi Dampit kini semakin mendunia dengan memiliki pasar yang luas, menjangkau dalam maupun luar negeri. (*/adv/bua)

Berita Terkait