Kasengsem Siap Pikat Tamu Hotel Tugu


MALANG – Setelah menyajikan tarian asal Banyuwangi, Gandrung Sewu bulan lalu, 15 April mendatang giliran tari klasik asal Pulau Madura, Kasengsem yang akan ditampilkan oleh Hotel Tugu dalam Indonesia Cultural Dining Series.
Manager Hotel Tugu Malang Crescentia Harividyanti mengatakan, Kasengsem merupakan sebuah kata yang memiliki arti terpikat. Dalam bahasa Jawa dikenal juga dengan istilah kesengsem atau kepincut.
“Dalam pagelaran tari ini, kami menampilkan cerita yang berisi pesan moral. Bintangnya adalah gadis yang merupakan Penari Tandak. Bisa juga disebut dengan istilah Tayub. Dalam kisah ini, gadis penari tersebut mengalami konflik batin karena rasa kurang percaya diri yang dimilikinya,” terangnya.
Berbagai upaya dilakukan oleh gadis penari tersebut agar bisa menjadi primadona dalam pertunjukkan. Salah satunya adalah dengan melakukan jalan pintas, yakni menggunakan mistis. Namun upaya yang dilakukannya tak kunjung berhasil.
“Pada akhirnya ia kembali menggunakan cara yang benar, yakni tekun berlatih. Dari perjuangannya ini, ia akhirnya berhasil menjadi primadona,” sambungnya.
Lebih lanjut, Crescentia menyebutkan, segala tarian yang ia sajikan dalan Indonesia Cultural Dining Series tersebut selalu memiliki pesan moral khusus. “Pada tema kali ini, pesan yang didapat adalah, dengan ketekunan, keuletan serta kesabaran akan membuahkan hasil yang sangat indah,” kata dia.
Sajian tarian tersebut akan diiringi dengan alunan musik tradisional, yakni gamelan beserta sindennya. “Kami menerima semua tamu, baik yang datang dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Setiap bulannya, event ini mampu menerima hingga 50 tamu. Sehingga, suasananya lebih mengena dan pesan moral yang disampaikan bisa mudah ditangkap oleh para penontonnya,” tandasnya.(tea/nda)

Berita Terkait