Apresiasi Pengraji, Lestarikan Batik


MALANG – Ribuan lembar kain batik yang memesona menarik perhatian para tamu Hotel Tugu. Mata mereka terhipnotis dengan berbagai motif tradisional karya anak bangsa tersebut. Tak jarang dari ratusan tamu yang hadir tersebut tergoda untuk memiliki koleksi-koleksi batik tersebut.
Hotel Tugu menghadirkan ribuan lembar kain batik ini dalam pameran bertemakan ‘Contemporary Batik & Silver Jewelry Exhibition’ untuk memeriahkan HUT Kota Malang sekaligus memperingati Hari Kartini. Selain koleksi batik, dalam ajang ini juga dipamerkan sekitar 500 perhiasan perak. Acara digelar di Ruang Tirtagangga, mulai 17 April hingga 28 April mendatang.
Executive Assistant Manager Hotel Tugu Malang, Crescentia Harividyanti mengatakan, acara tahunan yang dilakukan Hotel Tugu ini melibatkan 28 pengrajin dengan total karya sebanyak 1.100 lembar batik dan tujuh pengrajin perak dengan 500 perhiasan. “Kegiatan ini kami hadirkan sebagai ajang untuk mengekspos sekaligus memberikan apresiasi kepada para pengrajin batik,” terang Crescentia.
Para pengrajin batik tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti Malang Raya, Trowulan, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat hingga Bali. “Semua motif batik nusantara tersedia di sini, utamanya batik Malang. Kebanyakan yang dihadirkan adalah motif modern,” kata dia.
Selain itu, acara ini digelar sebagai upaya untuk melestarikan batik. Melalui acara ini, Hotel Tugu ingin menyampaikan pesan bahwa Indonesia itu indah melalui batik. “Batik juga bisa dinikmati semua usia. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Modelnya pun bisa disesuaikan, formal maupun non formal,” jelas dia.
Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Kris tersebut mengungkapkan, acara ini digeber di Hotel Tugu karena tamu yang menginap di hotel tersebut tidak hanya tamu lokal, namun juga turis mancanegara. “Dengan adanya acara ini, kami berharap, batik bisa semakin dikenal. Sehingga, kelestariannya bisa terjaga dan tidak bisa diklaim oleh negara lain. Ini merupakan batik khas bangsa kita dan milik Indonesia,” tegas dia. (tea/nda)

Berita Terkait