Atria Geber Lima Menu Agustusan


MALANG -  Menyambut Hari Kemerdekaan RI, Atria Hotel & Conference meluncurkan lima menu promo yang mengangkat tema menu khas Malangan. Dibanderol dengan harga terjangkau, hotel di Jalan Letjen S Parman Malang ini optimis mampu memenuhi target penjualannya.
Kepada Malang Post, Chef Gatot TC mengatakan pihaknya mempersiapkan menu khas Malangan ini karena banyak peminat. “Setelah beberapa kali kami menawarkan menu kepada para pelanggan ternyata menu khas Malangan ini laku keras,” ungkapnya.
“Apalagi bulan ini momennya pas kemerdekaan. Jadi kami sajikan menu yang sedikit berbeda,” terang dia. Gatot menjelaskan, salah satu menu yang digemari adalah Nasi Buk, yakni perpaduan nasi putih dan aneka jerohan sapi, sayur lodeh, serundeng serta sambal.
Menu berikutnya adalah gulai kambing yang disajikan dengan nasi putih, lontong kambing yang disajikan bersama sate kambing. Ada juga menu khas Atria, yaitu Ayam Bakar Atria. “Ini adalah bagian dari menu favorit saya,” tegasnya.
“Ada urap-urap yang disajikan dengan ayam bakar bumbu khas andalan kami, tak lupa dilengkapi dengan sambal. Di sini, kami juga menyediakan rujak manis dan es degan sebagai minumannya,” jelas dia kepada Malang Post.
Lebih lanjut, Gatot mengaku masakannya dimasak setiap hari dan memasak dalam porsi yang cukup. “Kami tidak over dalam memasak. Kalau tidak laku, ada beberapa olahan yang juga akan dikombinasikan ke dalam menu sarapan,” paparnya
Marketing Communications Manager Atria Hotel & Conference Malang, Kadek Ayu Ery Ratnawati mengatakan, menu-menu yang masuk dalam Ponari (Pondokan Ala Atria) ini dibanderol dengan harga mulai Rp 30.000 hingga Rp 45.000 per porsinya.
“Promo ini berlaku hingga akhir Agustus. Hal ini kami tentukan setelah melihat antusias masyarakat Malang terhadap makanan yang disediakan oleh hotel. Lebih banyak yang datang ketika event all you can eat,” beber dia.
Dia mengaku tidak takut bersaing dengan hotel lain yang mengeluarkan menu serupa. “Setiap hotel pasti sudah punya taste sendiri-sendiri. Jadi kami tidak perlu khawatir dalam hal persaingan. Mereka juga sudah punya pasar sendiri,” pungkas Kadek. (mg16/mar)