Terlatih Berbisnis Sejak Kecil


Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Ungkapan tersebut benar-benar dirasakan oleh Ahmad Baits Diponegoro. Pendiri Posting ID Institute (Positive Thinking Indonesia) ini mengaku, pengalaman yang didapat selama ini benar-benar menjadikan dirinya teruji di bidang bisnis.
“Bukan hanya pengalaman di bidang bisnis. Semua bidang yang pernah saya lakoni juga turut menyumbangkan ilmu yang berguna untuk pekerjaan saya sekarang,” ujar pria yang akrab disapa Sam Iponk ini.
Sebelum menjadi konsultan bisnis, ia pernah terjun di dunia pendidikan. Ia menjadi staf kesiswaan yang bertanggung jawab mengelola sistem pengembangan manajemen pada bidang kesiswaan. Yang cukup membanggakan, hasil kerja kerasnya sampai diakui oleh pemerintah.
“Saat mengajar di SMK Farmasi Muhammadiyah Cirebon saya diberi tanggung jawab mengurus sistem manajemen kesiswaan. Sampai sekarang ternyata masih digunakan. Bahkan pada tahun 2015 lalu sekolah itu mendapatkan predikat sekolah integritas nasional yang disampaikan langsung oleh presiden Joko Widodo,” cerita Sam Iponk.
Pemuda kelahiran 21 Maret 1985 ini juga pernah dipercaya Kemenristek Dikti untuk bertanggungjawab mengelola dan mengembangkan sistem manajamen di Lembaga Sentra HAKI Jakarta.
Di bidang bisnis, Sam Iponk sendiri ternyata sudah terlatih berbisnis sejak kecil. Ia menceritakan bagaimana dirinya mendapatkan uang jajan dengan berjualan macam-macam mainan atau makanan.
“Waktu kecil saya sudah terbiasa jualan. Misalnya saja pas sedang musim layangan, saya jual layangan. Mungkin dari sejak kecil itu pengalaman bisnis saya mulai diasah,” kata Sam Iponk.
Selain pengalaman bisnis, ia juga belajar manajemen dengan masuk di beberapa perusahaan untuk mendapatkan tambahan pengalaman. Dengan beragamnya pengalaman tersebut, saat ini Sam Iponk mendirikan usahanya di bidang jasa konsultasi bisnis bersama sahabat karibnya, Posting ID Institute.  
Di luar aktivitasnya mengurusi jasa konsultasi bisnis, ia juga aktif sebagai pengurus di beberapa organisasi atau komunitas yaitu Gerakan Nasional Anti Narkotika (Geranat), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Malang Marketing Club (MMC) dan Forum Kewirausahaan Pemuda Jawa Timur. (yan/nda)