Dukung Dunia Pendidikan, Bank BRI Adakan Kerjasama Dengan UIN

 
MALANG - PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) semakin memantapkan komitmen untuk memajukan dunia pendidikan. Jumat (27/4) lalu, Bank BRI Malang Martadinata menjalin kerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Ada tiga bentuk kerjasama yang diberikan untuk menunjang sarana pendidikan. 
Di antaranya Penerimaan Setoran Mahasiswa melalui Pelayanan BRI, Fasilitas Kredit BRIGUNA Pendidikan dan Program BRI Corporate Card. Selain itu, Bank BRI juga memberikan bantuan berupa 4 unit gazebo modern untuk tempat diskusi mahasiswa.
Pemimpin Cabang BRI Malang Martadinata, Muhammad Zulham Salahuddin mengatakan, jalinan kerjasama tersebut merupakan salah satu upaya Bank BRI memberikan dukungan untuk bidang pendidikan.
Pada kerjasama tersebut, Zulham menjelaskan, ada beberapa program untuk Penyediaan dan Penggunaan Jasa Perbankan. Pertama, yakni Penerimaan setoran mahasiswa melalui jaringan pelayanan BRI.
“Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebar di seluruh pelosok negeri, bahkan mancanegara. Hal ini justru memudahkan para mahasiswa dan orang tua wali ketika hendak membayar SPP atau uang kuliah tunggal. Karena jaringan kami ada dimana-mana, bahkan keluarga mahasiswa dari luar negeri bisa melakukan pengiriman uang ke Indonesia melalui fasilitas Swift BRI, ‘’ terang dia kepada Malang Post.
Kedua, pihaknya juga memberikan Fasilitas kredit BRIGUNA Pendidikan. BRIGUNA merupakan salah satu unit usaha Bank BRI untuk mengembangkan skim (fasilitas) kredit.
“Selama ini, BRIGUNA digunakan untuk fasilitas kredit rumah dan kendaraan. Dalam hal pendidikan, kami maksimalkan untuk memberikan kredit produktif, yakni pinjaman untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,” kata dia.
Fasilitas ini diberikan khusus mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, baik S2 maupun S3. Jumlah pinjaman maksimalnya mencapai Rp 250 juta.
“Untuk S2, bisa dicicil hingga 6 tahun. Sementara untuk S3 hingga 10 tahun. Fasilitas ini juga dilakukan di Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Negeri Malang juga,” kata dia.
Selanjutnya, program terakhir adalah program BRI Corporate, dimana, program tersebut mendukung transaksi cashless yang sedang digencarkan oleh pemerintah. Transaksi tersebut dilakukan dengan cara non tunai dan lebih akuntable. Sebab, fasilitas yang diberikan serba elektronik. 
“Jadi, jika ada instansi yang membeli Alat Tulis Kantor (ATK), bisa pakai kredit card kami. Kemudian, tagihannya terkoneksi dengan DIPA APBN/APBD. Jadi, instansi tinggal bayar cicilan kartu kreditnya saja per bulan,” kata dia.
Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Abdul Haris, M.Ag menambahkan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit dengan jumlah mahasiswa sebanyak 16.000 mahasiswa.
Selama tiga tahun terakhir, tren peminat calon mahasiswa semakin meningkat. Untuk tahun 2015 jumlah peminat sebanyak 62.769 orang, tahun 2016 sebanyak 70.469 orang dan tahun 2017 sebanyak 77.150 orang. 
“Kenaikan jumlah peminat ini menjadi salah satu indikator bahwa UIN Maliki menjadi salah satu pilihan utama calon mahasiswa,” kata dia. 
Kampus yang memiliki motto ‘UIN Berkarya dan Mengabdi untuk Negeri’ tersebut memiliki tujuh fakultas S1 dan satu Pascasarjana. Selain itu. mahasiswa UIN maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya berasal dari domestik, namun juga ada mahasiswa asing yang berasal dari berbagai negara sebagai persiapan menuju International Recognition and Reputation. 
“Selain itu, saat ini, kampus kami sedang meningkatkan jumlah guru besar. Kemudian, kami juga memiliki program penulisan 1.000 buku yang ditulis oleh dosen melalui program UIN Malang Untuk Negeri. Kami juga sedang melakukan pengembangan untuk pembangunan kampus 3,” tandas dia.(tea/lim)

Berita Terkait