OJK: Investasi Bunga Besar, Jangan Percaya!

 
MALANG – Semakin maraknya penipuan bermodus investasi di Kota Malang membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara. Kepala OJK, Indra Krisna mengatakan hal tersebut terjadi lantaran ketidaktahuan masyarakat terhadap modus investasi dengan menjanjikan hasil yang banyak. Padahal, hal tersebut nantinya akan merugikan diri sendiri. 
“Tidak ada hasil investasi yang besar dan instan. Oleh karena itu, kepada masyarakat yang mendapat tawaran untuk investasi cepat dengan hasil yang besar, jangan mudah percaya begitu saja,” tegas dia.
Dalam hal ini, pihaknya akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait hal tersebut. Dikatakannya, masyarakat tidak perlu takut dan ragu-ragu untuk bertanya tentang legalitas perusahaan tersebut kepada OJK. “Silahkan datang dan tanya ke kami. Silahkan hubungi 1500-655 atau melalui website www.sikapiuangmu.com. Nanti di situ secara jelas dan lengkap ada data perusahaan mana yang terdaftar atupun tidak,” terang dia.
Indra menambahkan, ketika perusahaan investasi tersebut tidak terdaftar, para masyarakat diimbau agar tidak mempercayakan uangnya untuk diinvestasikan ke perusahaan tersebut. Apalagi, suku bunga normal yang dikeluarkan oleh BUMN sebesar 6,25 persen dan untuk BPR sebesar 8,25 persen. 
“Kalau iming-iming bunganya lebih dari itu, sudah tidak usah dipercaya. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming bunga di luar wajar. Kebanyakan orang yang memberi iming-iming investasi biasanya orang terdekat dan berpengaruh,” lanjut dia.
Terkait hal ini, Indra mengimbau kepada masyarakat yang sudah pernah menjadi korban penimbunan uang yang berkedok investasi, untuk melaporkan hal tersebut kepada OJK. Indra menambahkan, tanpa aduan dari masyarakat, pihaknya tidak akan bisa berbuat apa-apa. “Sebetulnya tidak perlu ragu ataupun gengsi untuk melapor kepada kami. Silahkan lapor saja, kami terbuka dan akan kami tindak lanjuti. Kami juga akan menagadakan rapat supaya kami menggencarkan satgas untuk melindungi masyarakat,” imbuh dia.
Indra juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki kelebihan uang supaya lebih bijak dan cerdas untuk membelanjakan uangnya. “Lebih baik disimpan dalam lembaga keuangan, seperti bank yang bisa juga didepositokan. Selain itu, juga diimbau untuk membeli saham atau obligasi dengan sebuah perusahaan yang jelas dan terpercaya,” tandas dia.(mg16/nda)