Sales Batik Terkerek Momen Kemerdekaan

 
MALANG – Berbagai kegiatan yang digeber di Kota Malang beberapa minggu ini tidak hanya menjadi ladang emas bagi usaha perhotelan dan transportasi. Usaha batik pun mendapat berkah dari event-event nasional seperti APEKSI dan MTQ Nasional. Tren positif ini dipastikan berlanjut hingga momen peringatan Kemerdekaan RI  
Penjual Batik Senopati, Vava Faninurita mengatakan, pada momen Lebaran penjualan cenderung lesu karena konsumen lebih tertarik pada produk fashion kasual. Namun perlahan-lahan penjualan meningkat seiring dengan banyaknya event yang digelar.
“Pada momen APEKSI lalu, banyak yang memborong batik untuk dikenakan sendiri maupun oleh-oleh. Begitu juga pada saat MTQ Nasional, berbagai koleksi batik diburu untuk dikenakan atau dijadikan oleh-oleh untuk kerabat di kampong halaman,” ujar Vava pada Malang Post.
Menjelang peringatan Kemerdekaan RI, Vava mengaku peminat batik juga semakin tinggi. Masyarakat berburu koleksi batik untuk dikenakan pada saat perayaan maupun upacara HUT RI, baik itu di kantor, sekolah maupun kampungnya. 
“Dari beragam koleksi yang kami tawarkan, batik Madura yang menjadi favorit. Alasannya karena motif yang disuguhkan lebih kasual dengan warna terang sehingga cocok dikenakan oleh berbagai kalangan. Kesannya santai tapi masih tetap formal,” sambungnya.  
Untuk menggenjot penjualan agar semakin melesat, selain menghadirkan motif batik yang kekinian dan desain busana yang up to date, pihaknya juga memasang banderol harga yang cukup terjangkau. “Kami banderol mulai dari harga Rp 50 ribu. Disesuaikan dengan jenis bahan yang digunakan dan juga batiknya sendiri. Semakin tinggi harganya, tentu kualitas bahan dan batiknya juga semakin apik,” pungkas Vava. (mg16/nda)

Berita Terkait