Tak Ada Kata Terlambat untuk Berbisnis


 
Usia terkadang bisa menjadi kendala seseorang untuk berbisnis. Banyak alasan yang mendasari seperti merasa terlalu tua, merasa kurang dalam pengalaman, merasa fisik sudah tidak kuat, dan lain sebagainya. Hal tersebut memunculkan asumsi bahwa pengusaha yang mendekati usia pensiun terlalu kuno dengan teknologi dan budaya saat ini untuk berhasil dalam dunia bisnis. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Dra Eva Heri Hendarso, pemilik Omah Daster Mbak Eva. 
Berangkat dari hobi yang dikenalnya dari bangku Taman Kanak-Kanak, Eva justru lebih serius dan sukses menekuni bisnis daster khas Malang di usia 57 tahun.
“Dari zaman TK saya sudah suka menggambar dan menggunting. Memang sudah diajarkan sejak kecil oleh ibu saya. Saya sempat diikutkan les menjahit sewaktu kecil. Di situ bekal awal dari hobi menjahit saya, hingga saat kuliah saya sudah berani terima jahitan dari teman-teman saya,” ungkap Eva. 
Perjalanan karir Eva nyatanya juga tidak semulus apa yang terlihat. Jatuh dan bangun telah banyak dirasakannya ketika merintis bisnis daster ini.
“Saya dulu itu orang susah. Untuk membeli buku kuliah saya harus usaha dulu lewat menjahit. Lulus kuliah, saya jadi tenaga pengajar yang tidak dapat uang pensiun. Dari situ saya mulai membuat list usaha apa yang bisa saya jalankan bersama dengan pekerjaan saya, supaya nantinya saya tetap bisa sekolahkan anak saya sampai tinggi,” jelas wanita kelahiran tahun 1961 ini. 
Dari sekian banyak daftar bisnis yang telah dibuatnya, akhirnya pilihan jatuh pada bisnis daster khas Malang. Bukan tanpa alasan, dari hobi dan keterampilan yang dimilikinya, Eva ingin agar wanita di luar sana bisa tetap cantik meski hanya di rumah.
“Kalau di luar suami sudah sering lihat yang cantik-cantik, kita yang di rumah meski harus memasak, mencuci juga harus tetap cantik. Akhirnya saya memutuskan merintis bisnis daster, dan Alhamdulillah bisa menuai hasil yang baik,” ungkap Eva. 
“Bisnis di usia yang sudah tidak sedikit lagi ini pokoknya tidak usah malu dan harus berani menerima risiko apapun. Tidak ada kata terlambat untuk memulai sebuah bisnis. Jangan pernah takut denga kata-kata pensiun. Ketika membuat usaha pun jangan setengah-setengah, kalau bisa beri nilai plus melalui bisnis yang digeluti,” tutup Eva kepada Malang Post. (ae6/nda)

Berita Terkait