Jelang MEA, Pengusaha Kuliner Harus Tersertifikasi

 
MALANG - Menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pengusaha kuliner diimbau untuk segera menyelesaikan sertifikasi untuk klasifikasi rumah makan. Tahun ini, Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) DPC Malang akan menggeber sosialisasi agar target sertifikasi bisa tercapai. 
Ketua Apkrindo DPC Malang Indra Setiyadi mengatakan, peraturan untuk sertifikasi tersebut sudah tertera jelas dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 11 Tahun 2014.
"Peraturan tersebut sudah lama, sekitar tahun 2015. Tapi di Malang Raya masih belum dilakukan," terangnya ketika ditemui Malang Post. 
Indra menyebutkan, saat ini peraturan tersebut di Surabaya sudah berlaku. Bahkan, di kota pahlawan, peraturan tersebut sudah jadi Peraturan Gubernur. Sehingga pemerintah setempat sudah menindak tegas pengusaha kuliner yang belum memiliki sertifikasi.
"Sehingga, setelah Lebaran nanti, kami akan adakan sosialisasi untuk hal ini," ungkapnya. 
Peraturan sertifikasi ini bertujuan untuk membantu mempermudah pengusaha. Untuk mengajukan sertifikasi tersebut, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Mulai sertifikat kebersihan, keamanan dan lainnya.
"Sehingga, ini efeknya juga kembali ke masyarakat. Ketika dia makan di suatu rumah makan, pasti terjamin kebersihan dan rasanya," papar dia. 
Indra memaparkan, tahun ini, sertifikasi rumah makan harus segera dilaksanakan. Pasalnya, deadline untuk sertifikasi tersebut sudah habis.
"Tahun ini, kami berharap ada pergerakan dan minta bantuan dari pihak terkait. Kami ingin pelaku usaha supaya tertib," beber dia. 
Hal ini juga merupakan salah satu upaya dari sektor pariwisata untuk mempersiapkan diri menghadapi MEA.
"Kalau kita tidak persiapkan dari awal, maka akan tergilas dengan negara lain," tandas dia. (tea/lim)

Berita Terkait